German;
Wir nennen ein politisches System demokratisch, wenn es das freie formulatiaon der politischen Präferenzen, durch den Gebrauch der grundlegenden freedoms der Verbindung, der Informationen und des commonication erlaubt, für freecompetition. Zwischen den leanders, zum in regelmäßigem Abstand mit nicht-heftigen Mitteln ihres Anspruches zu validieren anzuordnen, tut ein demokratisches System dies, ohne irgendein effetive politisches Büro von dieser Konkurrenz des Untersagens aller möglicher Mitglieder der politischen Gemeinschaft das Ausdrücken von von ther Präferenz auszuschließen durch die Normen, welche die Gewaltanwendung reguiring sind, sie zu erzwingen.
italian;
Denomineremo un sistema politico democratico quando permette il formulatiaon libero delle preferenze politiche, con l'uso dei freedoms di base dell'associazione, delle informazioni e del commonication, a scopo del freecompetition. Fra i leanders per convalidare all'intervallo normale attraverso i mezzi non-violenti il loro reclamo per regolare, un sistema democratico fa questo senza escludere alcun ufficio politico effetive da quella concorrenza di proibire tutti i membri della Comunità politica dall'esprimere la preferenza del ther dalle norme che reguiring l'uso di forza farle rispettare.
Greek;
Θα καλέσουμε ένα πολιτικό σύστημα δημοκρατικό όταν επιτρέπει το ελεύθερο formulatiaon των πολιτικών προτιμήσεων, μέσω της χρήσης των βασικών ελευθεριών του συνδικαλίζεσθαι, των πληροφοριών και του commonication, με σκοπό το freecompetition. Μεταξύ των leanders για να επικυρώσει σε τακτό χρονικό διάστημα με τα μη βίαια μέσα η αξίωσή τους που κυβερνά, ένα δημοκρατικό σύστημα κάνει αυτό χωρίς αποκλεισμό οποιουδήποτε effetive πολιτικού γραφείου από εκείνο τον ανταγωνισμό της απαγόρευσης οποιωνδήποτε μελών της πολιτικής κοινότητας από την έκφραση ther της προτίμησης από τους κανόνες poy η χρήση της δύναμης για να τους επιβάλει.
French;
Nous appellerons un système politique démocratique quand il permet le formulatiaon libre des préférences politiques, par l'utilisation des freedoms de base d'association, d'information et de commonication, afin du freecompetition. Entre les leanders pour valider à l'intervalle régulier par des moyens non-violents leur réclamation de régner, un système démocratique fait ceci sans exclure n'importe quel bureau politique effetive de cette concurrence d'interdire tous les membres de la communauté politique d'exprimer la préférence de ther par des normes reguiring l'utilisation de la force de les imposer.
Moshi moshi,selamat datang di ruang sempit ini, maaf kalau pelayanannya kurang memuaskan. oia bagi anggota ska-y (skay) kapan kita bertemu lagi tolong kabari
Sunday, October 29, 2006
Thursday, September 07, 2006
maaf
maaf karena ini adalah perbaikan atas blog saya yang kemarin / jadi ini tetap blog cabang dari skay .dan untuk sementara waktu blog skay yang dikelola kairul tidak dapat ditampilkan karena ada kerusakan teknis
Tuesday, August 29, 2006
Nabi Muhammad SAW
MICHAEL H. Hart dalam bukunya The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History yang diterjemahkan oleh H. Mahbub Djunaidi menjadi Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, memberi alasan mengapa Nabi Muhammad saw. ditempatkan dalam urutan pertama daftar buku seratus tokoh paling berpengaruh yang ditulisnya. Menurut penilaiannya Nabi Muhammad saw. satu-satunya orang dalam sejarah peradaban manusia telah berhasil meraih sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Nabi Muhammad saw. telah berhasil meyakinkan masyarakat kafir Quraisy agar mau menanggalkan kebiasaan menyembah berhala menuju sikap ketauhidan yang hakiki yakni meng-Esa-kan Tuhan.
Nabi Muhammad saw. juga dinilai telah berhasil mengemban amanat sebagai nabi dan rasul Allah, meyakinkan umat sampai akhir zaman bahwa agama Islam adalah agama untuk seluruh manusia (Al-A'raf 156) serta rahmatan lil 'alamin/rahmat bagi seluruh alam (A-Anbiya 107). Kini tiga belas abad setelah wafatnya, agama Islam dengan kitab suci Alquran serta sepak terjang beliau sebagai sunahnya telah menjadi keyakinan, pedoman dan pegangan hidup sebagian besar umat di dunia.
Penghargaan dan penghormatan seorang H. Hart terhadap keberadaan Nabi Muhammad saw. yang dalam literasi Islam diyakini sebagai Rasulullah serta nabi dan rasul terakhir/penutup atau khataman nabiyyin (Al-Ahzab 40, Al-Fath 29) juga merupakan kewajiban seluruh umat Islam dalam berbagai dimensi waktu masa lalu, masa kini maupun masa mendatang mengingat Nabi Muhammad saw. diyakini perilaku kehidupannya adalah contoh teladan yang baik/uswatun hasanah (Al-Ahzab 21), berakhlak mulia (Al-Qolam 4) serta bersih dari dosa dan kesalahan (Al-Fath 2).
Menurut Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (1982) seperti juga pendapat H. Hart, Muhammad lahir pada tahun Tahun Gajah (570 Masehi), sedang menurut Dr. Miftah Faridl (1982) kelahiran Muhammad adalah hari Senin 12 Rabi'ul Awwal atau 20 April 571 M. Ia lahir di kota Mekah di rumah kakeknya Abdul Muttalib, letak kota Mekah berada di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan.
Allah SWT telah merencanakan sesuatu untuk Nabi Muhammad saw. jauh sebelum kelahiran beliau, bahkan nabi-nabi sebelumnya telah pernah diangkat janjinya untuk percaya akan datangnya seorang rasul (Ali Imran 81).
Tanda-tanda lain menurut Quraish Shihab (1999) terlihat pula dari bulan lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabiul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah), ibunya Aminah (yang memberi rasa aman), kakeknya Abdul Muthalib bergelar Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu melahirkan bernama Asy-Syifa' (yang sempurna dan sehat) serta yang menyusukannya adalah Halimah As-Sa'diyah (yang lapang dada dan mujur), semuanya mengisyaratkan keistimewaan serta berkaitan erat dengan kepribadian Nabi Muhammad saw.
Halimah binti Abi-Dhua'ib sendiri adalah seorang wanita dari keluarga Sa'd yang menyusui Muhammad hingga usia dua tahun. Atas kehendak ibunya Aminah, Muhammad tinggal pada keluarga Sa'd di pedalaman Sahara dalam pengasuhan Halimah sampai usia lima tahun. Bagi Halimah sendiri keberadaan Muhammad di lingkungan keluarganya telah memberinya berkah pada kehidupannya. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunya pun bertambah. Allah SWT telah memberkahi semua yang ada padanya.
Muhammad lahir dalam keadaan yatim dari keluarga yang sederhana, peninggalan ayahnya Abdullah sesudah wafat hanyalah lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan yaitu Umm Aiman, yang kemudian menjadi pengasuh Nabi, semuanya menggambarkan bahwa keluarga Muhammad bukan keluarga yang kaya, tapi bukan pula keluarga yang miskin. Allah SWT kemudian memberinya hidup berkecukupan, khususnya menjelang dan saat hidup berumah tangga dengan istrinya, Khadijah a.s. sebagaimana firman-Nya, Bukankah Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu, dan Dia mendapatimu bimbang, lalu Dia memberi petunjuk kepadamu, dan Dia mendapatimu dalam kedaan kekurangan, lalu memberimu kecukupan (Q.S. Ad-Dhuha: 6-8).
Kebimbangan dan keraguan beliau digambarkan dalam Alquran manakala ia sendiri tidak pernah menduga akan mendapat tugas mulia dari Allah SWT harus menjalankan tugas sebagai nabi (penyampai berita) pada usia 40 tahun yang disebutkan dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 sebagai usia kesempurnaan, ditandai dengan turunnya wahyu pertama Iqro' bismi Rabbik.
Selanjutnya dengan petunjuk dan bimbingan Allah SWT melalui wahyu-Nya atas perantaraan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad saw. menjalankan tugasnya sesuai perintah Allah SWT yakni menyampaikan ajaran Islam, bukan saja untuk masyarakat dan waktu tertentu, tetapi untuk seluruh manusia di setiap waktu dan tempat, sebagaimana firman-Nya, Katakanlah (hai Muhammad), wahai seluruh manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu semua. (Al-A'raf 158).
Muhammad di dalam Alkitab?
Tidakkah Kitab Suci orang Kristian meramalkan kedatangan Nabi Muhammad?
Muhammad mengajar bahawa kedatangannya telah dinyatakan oleh kitab-kitab yang lebih awal. Dia mengharapkan orang Kristian dan Yahudi untuk menerimanya sebagai nabi baru yang memenuhi kesemua ramalan yang ada dalam kitab-kitab suci mereka. Apabila mereka menolaknya, Muhammad bertindak dengan berkata bahawa mereka telah mengubah tulisan suci mereka.
Di antara orang-orang Yahudi ada pendengar-pendengar perkataan bohong, pendengar-pendengar untuk kaum lain yang tidak datang kepada engkau (ya Muhammad). Mereka telah mengubah perkataan dari pada tempatnya. (Surah Al-Maa-Idah 5:41)
Orang Muslim biasanya mengungkapkan kata-kata Allah kepada Musa dalam Ulangan 18:18-19 sebagai ayat penyokong kepada soalan yang sedang kita bahaskan:
Aku akan mengutus seorang nabi kepada mereka, nabi seperti engkau, dan yang daripada bangsa mereka sendiri. Aku akan menyampaikan firman-Ku kepadanya, dan dia akan menyampaikan segala perintah-Ku kepada umat itu.
Orang Islam percaya bahawa nabi yang disebutkan dalam petikan di atas ialah Muhammad. Ahli-ahli tafsir Islam merujuk kepada ayat berikut sebagai ayat penyokong:
Seorang saksi dari Bani Israil, telah mengakui (kebenaran) yang seumpamanya. (Surah Al-Ahqaaf 46:10)
Ulangan 18:18-19 telah diberi oleh Allah kepada Musa dalam Taurat dan menurut Injil, janji ini telah dipenuhi dengan kedatangan Isa Al-Masih enam ratus tahun sebelum Al-Quran ditulis. Ini disahkan dalam Kisah Para Rasul 3:18-23 yang berkata:
Dahulu kala melalui semua nabi, Allah memberitahu bahawa Penyelamat yang diutus-Nya harus menderita. Demikianlah perkara itu berlaku seperti yang dikehendaki-Nya. . . Tuhan akan menyuruh Isa Al-Masih datang kepada saudara-saudara, kerana dia sudah ditetapkan oleh Tuhan menjadi Penyelamat saudara-saudara. Dia harus tinggal di syurga sehingga tiba masanya bagi Allah menjadikan semuanya baru, seperti yang difirmankan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya yang suci pada zaman dahulu. Musa pernah berkata, ‘Tuhan, Allah kamu akan mengutus seorang nabi kepada kamu seperti Dia mengutus aku. Nabi itu akan datang daripada bangsa kamu sendiri. Kamu harus mendengar semua yang dikatakannya. Sesiapa yang tidak mahu mentaati kata-kata nabi itu, akan disingkirkan daripada umat Allah dan dibinasakan.’
Stefanus mengulangi janji ini dalam khutbahnya sebelum dia mati syahid (Kisah Para Rasul 7:37).Jadi, rasul Petrus dan Stefanus mengakui bahawa Ulangan 18:18-19 merujuk secara khusus kepada Isa Al-Masih, seorang berbangsa Yahudi, yang daripada bangsa mereka sendiri. Mustahil ayat ini merujuk kepada Muhammad kerana dia seorang berbangsa Arab dari keturunan Ismail.
Di dalam Injil, ada beberapa ayat di mana orang Yahudi memanggil Isa Al-Masih Nabi
Apabila Isa masuk ke Yerusalem, seluruh kota menjadi gempar. Orang bertanya, Siapakah dia?Dia Isa, nabi dari Nasaret di Galilea, jawab orang ramai yang mengiringi Isa Al-Masih. (Matius 21:11) Perkara-perkara yang berlaku kepada Isa, orang Nasaret itu, jawab mereka. Dia seorang nabi. Di sisi Allah dan pada pandangan semua orang. (Lukas 24:19) Apabila orang ramai melihat mukjizat yang dilakukan oleh Isa Al-Masih, mereka berkata, Sesungguhnya dia Nabi yang diharapkan datang ke dunia! (Yahya 6:14)Akhir kata, kenabian seseorang tidak hanya bergantung hanya kepada ramalan-ramalan tentang nabi itu tetapi atas sifat dan perbuatannya. Melalui perbuatan-perbuatannya yang ajaib, pengikut-pengikut Isa Al-Masih dapat lihat bahawa dia adalah nabi yang telah dinyatakan dalam Kitab Suci.
Bukankah perkataan Yunani Paracletos dalam Injil satu rujukan kepada Muhammad?
Di dalam petikan-petikan berikut, Isa Al-Masih berjanji untuk menghantar seorang Penghibur. Orang Muslim mengambil janji-janji ini sebagai ramalan Isa Al-Masih tentang kedatangan Muhammad.
Aku akan mohon kepada Bapa dan Bapa akan memberi Penolong lain, yang akan bersama-sama kamu selama-lamanya. (Yahya 14:16)
Aku akan mengutus Penolong yang berasal daripada Bapa kepada kamu. Dia Roh yang akan menunjukkan apa yang benar tentang Allah. Apabila dia datang, dia akan memberi kesaksian tentang aku. (Yahya 15:26)
Tetapi apa yang aku katakan kepada kamu benar: Untuk kebaikan kamu, lebih baik aku pergi. Jika aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepada kamu. Tetapi jika aku pergi, aku akan mengutus dia kepada kamu. (Yahya 16:7)
Kesimpulan ini dibuat ialah kerana pakar-pakar agama Islam mengajar bahawa perkataan Yunani paracletos (yang diterjemahkan Penolong) sebenarnya satu pengubahsuaian perkataan Yunani periclytos. Paracletos bermaksud seorang pembela, pembantu atau penghibur atau secara literal orang yang dipanggil ke sisi untuk menolong. Menurut pakar-pakar agama Islam, perkataan periclytos yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Arab boleh diterjemahkan sebagai Ahmad, yang bermaksud Dia yang terpuji, iaitu nama untuk nabi Muhammad. Walaupun begitu, kalau senarai kata-kata Yunani diperiksa, kita akan dapati bahawa perkataan periclytos tidak pernah wujud dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru! Perkataan ini sebenarnya satu pengubahsuaian perkataan Yunani kleos yang bermaksud mulia atau puji.
Jika kita membaca konteks Yahya 14:16, dengan cepat kita akan melihat bahawa Penolong yang disebut di sini ialah Roh kebenaran (ayat 17) atau Roh Kudus (ayat 26). Hal ini sama untuk Yahya 15:26 dan 16:7 apabila dibaca dalam konteksnya. Roh Kebenaran ini bukan satu manusia tetapi Roh yang dikirimkan oleh Isa Al-Masih melalui Allah setelah dia bangkit dari kematian. Seperti yang tertulis tentang Roh ini: Dia akan diam bersama kamu dan akan berada di dalam kamu (Yahya 14:17).
Orang Muslim percaya bahawa paracletos itu merujuk kepada Muhammad kerana tafsiran ayat berikut dari Al-Quran:
Ingatlah, ketika Isa anak Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku rasul Allah kepadamu, serta membenarkan apa yang sebelumku, iaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan seorang rasul, yang akan datang kemudianku, namanya Ahmad (Muhammad). (Surah Ash-Shaf 61:6)
Petikan ini mengesahkan bahawa Isa Al-Masih ialah rasul kepada bani Israil yang mengesahkan Taurat Musa. Ini secara tidak langsung juga mengesahkan Isa Al-Masih sebagai nabi yang dijanjikan dalam Ulangan 18:18-19.
Rasul, yang bermaksud dia yang diutus dalam surah ini, menurut Injil Yahya bab 14 hingga 16, ialah Roh Allah dan bukan manusia bernama Muhammad. Yusuf Ali dalam huraiannya akan surah ini mengaku bahawa perkataan Yunani asal dalam Injil Yahya itu mungkin sekali paracletos dan bukan periclytos. Pandangan seorang pakar agama seperti Yusuf Ali menampilkan kelemahan teori periclytos yang diheboh-hebohkan selama ini.
Satu daripada kelemahan Islam ialah ketidakupayaannya menerima penyataan Allah dalam Roh Kudus. Allah dalam Islam hanya boleh menyatakan dirinya melalui orang tengah, sama ada malaikat atau nabi dan rasul. Kebanyakan pakar agama Islam mengajar bahawa Roh Kudus adalah malaikat Jibrail. Dalam kes paracletos mereka telah berusaha melarikan diri dari konteks asal dengan tujuan menjadikan ayat-ayat ini satu ramalan tentang kedatangan Muhammad. Apa yang dijanjikan dan dinubuatkan oleh hazrat Isa Al-Masih sebenarnya sesuatu yang jauh lebih mulia, iaitu kedatangan Roh Allah Sendiri yang suci dan murni.
Kini umat manusia di dunia ini, termasuk kita semua, telah mewarisi dua pusaka yang sangat berharga peninggalan beliau, yakni Alquran dan Al-Hadis, keduanya merupakan cerminan dari akhlak beliau yang patut diteladani oleh seluruh pengikutnya sampai akhir zaman. Jika kita tinggalkan, celakalah kita semua, sedang jika kita amalkan, selamatlah kita semua. Wallahu a'lam bishawab
Nabi Muhammad saw. juga dinilai telah berhasil mengemban amanat sebagai nabi dan rasul Allah, meyakinkan umat sampai akhir zaman bahwa agama Islam adalah agama untuk seluruh manusia (Al-A'raf 156) serta rahmatan lil 'alamin/rahmat bagi seluruh alam (A-Anbiya 107). Kini tiga belas abad setelah wafatnya, agama Islam dengan kitab suci Alquran serta sepak terjang beliau sebagai sunahnya telah menjadi keyakinan, pedoman dan pegangan hidup sebagian besar umat di dunia.
Penghargaan dan penghormatan seorang H. Hart terhadap keberadaan Nabi Muhammad saw. yang dalam literasi Islam diyakini sebagai Rasulullah serta nabi dan rasul terakhir/penutup atau khataman nabiyyin (Al-Ahzab 40, Al-Fath 29) juga merupakan kewajiban seluruh umat Islam dalam berbagai dimensi waktu masa lalu, masa kini maupun masa mendatang mengingat Nabi Muhammad saw. diyakini perilaku kehidupannya adalah contoh teladan yang baik/uswatun hasanah (Al-Ahzab 21), berakhlak mulia (Al-Qolam 4) serta bersih dari dosa dan kesalahan (Al-Fath 2).
Menurut Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (1982) seperti juga pendapat H. Hart, Muhammad lahir pada tahun Tahun Gajah (570 Masehi), sedang menurut Dr. Miftah Faridl (1982) kelahiran Muhammad adalah hari Senin 12 Rabi'ul Awwal atau 20 April 571 M. Ia lahir di kota Mekah di rumah kakeknya Abdul Muttalib, letak kota Mekah berada di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan.
Allah SWT telah merencanakan sesuatu untuk Nabi Muhammad saw. jauh sebelum kelahiran beliau, bahkan nabi-nabi sebelumnya telah pernah diangkat janjinya untuk percaya akan datangnya seorang rasul (Ali Imran 81).
Tanda-tanda lain menurut Quraish Shihab (1999) terlihat pula dari bulan lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabiul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah), ibunya Aminah (yang memberi rasa aman), kakeknya Abdul Muthalib bergelar Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu melahirkan bernama Asy-Syifa' (yang sempurna dan sehat) serta yang menyusukannya adalah Halimah As-Sa'diyah (yang lapang dada dan mujur), semuanya mengisyaratkan keistimewaan serta berkaitan erat dengan kepribadian Nabi Muhammad saw.
Halimah binti Abi-Dhua'ib sendiri adalah seorang wanita dari keluarga Sa'd yang menyusui Muhammad hingga usia dua tahun. Atas kehendak ibunya Aminah, Muhammad tinggal pada keluarga Sa'd di pedalaman Sahara dalam pengasuhan Halimah sampai usia lima tahun. Bagi Halimah sendiri keberadaan Muhammad di lingkungan keluarganya telah memberinya berkah pada kehidupannya. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunya pun bertambah. Allah SWT telah memberkahi semua yang ada padanya.
Muhammad lahir dalam keadaan yatim dari keluarga yang sederhana, peninggalan ayahnya Abdullah sesudah wafat hanyalah lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan yaitu Umm Aiman, yang kemudian menjadi pengasuh Nabi, semuanya menggambarkan bahwa keluarga Muhammad bukan keluarga yang kaya, tapi bukan pula keluarga yang miskin. Allah SWT kemudian memberinya hidup berkecukupan, khususnya menjelang dan saat hidup berumah tangga dengan istrinya, Khadijah a.s. sebagaimana firman-Nya, Bukankah Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu, dan Dia mendapatimu bimbang, lalu Dia memberi petunjuk kepadamu, dan Dia mendapatimu dalam kedaan kekurangan, lalu memberimu kecukupan (Q.S. Ad-Dhuha: 6-8).
Kebimbangan dan keraguan beliau digambarkan dalam Alquran manakala ia sendiri tidak pernah menduga akan mendapat tugas mulia dari Allah SWT harus menjalankan tugas sebagai nabi (penyampai berita) pada usia 40 tahun yang disebutkan dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 sebagai usia kesempurnaan, ditandai dengan turunnya wahyu pertama Iqro' bismi Rabbik.
Selanjutnya dengan petunjuk dan bimbingan Allah SWT melalui wahyu-Nya atas perantaraan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad saw. menjalankan tugasnya sesuai perintah Allah SWT yakni menyampaikan ajaran Islam, bukan saja untuk masyarakat dan waktu tertentu, tetapi untuk seluruh manusia di setiap waktu dan tempat, sebagaimana firman-Nya, Katakanlah (hai Muhammad), wahai seluruh manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu semua. (Al-A'raf 158).
Muhammad di dalam Alkitab?
Tidakkah Kitab Suci orang Kristian meramalkan kedatangan Nabi Muhammad?
Muhammad mengajar bahawa kedatangannya telah dinyatakan oleh kitab-kitab yang lebih awal. Dia mengharapkan orang Kristian dan Yahudi untuk menerimanya sebagai nabi baru yang memenuhi kesemua ramalan yang ada dalam kitab-kitab suci mereka. Apabila mereka menolaknya, Muhammad bertindak dengan berkata bahawa mereka telah mengubah tulisan suci mereka.
Di antara orang-orang Yahudi ada pendengar-pendengar perkataan bohong, pendengar-pendengar untuk kaum lain yang tidak datang kepada engkau (ya Muhammad). Mereka telah mengubah perkataan dari pada tempatnya. (Surah Al-Maa-Idah 5:41)
Orang Muslim biasanya mengungkapkan kata-kata Allah kepada Musa dalam Ulangan 18:18-19 sebagai ayat penyokong kepada soalan yang sedang kita bahaskan:
Aku akan mengutus seorang nabi kepada mereka, nabi seperti engkau, dan yang daripada bangsa mereka sendiri. Aku akan menyampaikan firman-Ku kepadanya, dan dia akan menyampaikan segala perintah-Ku kepada umat itu.
Orang Islam percaya bahawa nabi yang disebutkan dalam petikan di atas ialah Muhammad. Ahli-ahli tafsir Islam merujuk kepada ayat berikut sebagai ayat penyokong:
Seorang saksi dari Bani Israil, telah mengakui (kebenaran) yang seumpamanya. (Surah Al-Ahqaaf 46:10)
Ulangan 18:18-19 telah diberi oleh Allah kepada Musa dalam Taurat dan menurut Injil, janji ini telah dipenuhi dengan kedatangan Isa Al-Masih enam ratus tahun sebelum Al-Quran ditulis. Ini disahkan dalam Kisah Para Rasul 3:18-23 yang berkata:
Dahulu kala melalui semua nabi, Allah memberitahu bahawa Penyelamat yang diutus-Nya harus menderita. Demikianlah perkara itu berlaku seperti yang dikehendaki-Nya. . . Tuhan akan menyuruh Isa Al-Masih datang kepada saudara-saudara, kerana dia sudah ditetapkan oleh Tuhan menjadi Penyelamat saudara-saudara. Dia harus tinggal di syurga sehingga tiba masanya bagi Allah menjadikan semuanya baru, seperti yang difirmankan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya yang suci pada zaman dahulu. Musa pernah berkata, ‘Tuhan, Allah kamu akan mengutus seorang nabi kepada kamu seperti Dia mengutus aku. Nabi itu akan datang daripada bangsa kamu sendiri. Kamu harus mendengar semua yang dikatakannya. Sesiapa yang tidak mahu mentaati kata-kata nabi itu, akan disingkirkan daripada umat Allah dan dibinasakan.’
Stefanus mengulangi janji ini dalam khutbahnya sebelum dia mati syahid (Kisah Para Rasul 7:37).Jadi, rasul Petrus dan Stefanus mengakui bahawa Ulangan 18:18-19 merujuk secara khusus kepada Isa Al-Masih, seorang berbangsa Yahudi, yang daripada bangsa mereka sendiri. Mustahil ayat ini merujuk kepada Muhammad kerana dia seorang berbangsa Arab dari keturunan Ismail.
Di dalam Injil, ada beberapa ayat di mana orang Yahudi memanggil Isa Al-Masih Nabi
Apabila Isa masuk ke Yerusalem, seluruh kota menjadi gempar. Orang bertanya, Siapakah dia?Dia Isa, nabi dari Nasaret di Galilea, jawab orang ramai yang mengiringi Isa Al-Masih. (Matius 21:11) Perkara-perkara yang berlaku kepada Isa, orang Nasaret itu, jawab mereka. Dia seorang nabi. Di sisi Allah dan pada pandangan semua orang. (Lukas 24:19) Apabila orang ramai melihat mukjizat yang dilakukan oleh Isa Al-Masih, mereka berkata, Sesungguhnya dia Nabi yang diharapkan datang ke dunia! (Yahya 6:14)Akhir kata, kenabian seseorang tidak hanya bergantung hanya kepada ramalan-ramalan tentang nabi itu tetapi atas sifat dan perbuatannya. Melalui perbuatan-perbuatannya yang ajaib, pengikut-pengikut Isa Al-Masih dapat lihat bahawa dia adalah nabi yang telah dinyatakan dalam Kitab Suci.
Bukankah perkataan Yunani Paracletos dalam Injil satu rujukan kepada Muhammad?
Di dalam petikan-petikan berikut, Isa Al-Masih berjanji untuk menghantar seorang Penghibur. Orang Muslim mengambil janji-janji ini sebagai ramalan Isa Al-Masih tentang kedatangan Muhammad.
Aku akan mohon kepada Bapa dan Bapa akan memberi Penolong lain, yang akan bersama-sama kamu selama-lamanya. (Yahya 14:16)
Aku akan mengutus Penolong yang berasal daripada Bapa kepada kamu. Dia Roh yang akan menunjukkan apa yang benar tentang Allah. Apabila dia datang, dia akan memberi kesaksian tentang aku. (Yahya 15:26)
Tetapi apa yang aku katakan kepada kamu benar: Untuk kebaikan kamu, lebih baik aku pergi. Jika aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepada kamu. Tetapi jika aku pergi, aku akan mengutus dia kepada kamu. (Yahya 16:7)
Kesimpulan ini dibuat ialah kerana pakar-pakar agama Islam mengajar bahawa perkataan Yunani paracletos (yang diterjemahkan Penolong) sebenarnya satu pengubahsuaian perkataan Yunani periclytos. Paracletos bermaksud seorang pembela, pembantu atau penghibur atau secara literal orang yang dipanggil ke sisi untuk menolong. Menurut pakar-pakar agama Islam, perkataan periclytos yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Arab boleh diterjemahkan sebagai Ahmad, yang bermaksud Dia yang terpuji, iaitu nama untuk nabi Muhammad. Walaupun begitu, kalau senarai kata-kata Yunani diperiksa, kita akan dapati bahawa perkataan periclytos tidak pernah wujud dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru! Perkataan ini sebenarnya satu pengubahsuaian perkataan Yunani kleos yang bermaksud mulia atau puji.
Jika kita membaca konteks Yahya 14:16, dengan cepat kita akan melihat bahawa Penolong yang disebut di sini ialah Roh kebenaran (ayat 17) atau Roh Kudus (ayat 26). Hal ini sama untuk Yahya 15:26 dan 16:7 apabila dibaca dalam konteksnya. Roh Kebenaran ini bukan satu manusia tetapi Roh yang dikirimkan oleh Isa Al-Masih melalui Allah setelah dia bangkit dari kematian. Seperti yang tertulis tentang Roh ini: Dia akan diam bersama kamu dan akan berada di dalam kamu (Yahya 14:17).
Orang Muslim percaya bahawa paracletos itu merujuk kepada Muhammad kerana tafsiran ayat berikut dari Al-Quran:
Ingatlah, ketika Isa anak Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku rasul Allah kepadamu, serta membenarkan apa yang sebelumku, iaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan seorang rasul, yang akan datang kemudianku, namanya Ahmad (Muhammad). (Surah Ash-Shaf 61:6)
Petikan ini mengesahkan bahawa Isa Al-Masih ialah rasul kepada bani Israil yang mengesahkan Taurat Musa. Ini secara tidak langsung juga mengesahkan Isa Al-Masih sebagai nabi yang dijanjikan dalam Ulangan 18:18-19.
Rasul, yang bermaksud dia yang diutus dalam surah ini, menurut Injil Yahya bab 14 hingga 16, ialah Roh Allah dan bukan manusia bernama Muhammad. Yusuf Ali dalam huraiannya akan surah ini mengaku bahawa perkataan Yunani asal dalam Injil Yahya itu mungkin sekali paracletos dan bukan periclytos. Pandangan seorang pakar agama seperti Yusuf Ali menampilkan kelemahan teori periclytos yang diheboh-hebohkan selama ini.
Satu daripada kelemahan Islam ialah ketidakupayaannya menerima penyataan Allah dalam Roh Kudus. Allah dalam Islam hanya boleh menyatakan dirinya melalui orang tengah, sama ada malaikat atau nabi dan rasul. Kebanyakan pakar agama Islam mengajar bahawa Roh Kudus adalah malaikat Jibrail. Dalam kes paracletos mereka telah berusaha melarikan diri dari konteks asal dengan tujuan menjadikan ayat-ayat ini satu ramalan tentang kedatangan Muhammad. Apa yang dijanjikan dan dinubuatkan oleh hazrat Isa Al-Masih sebenarnya sesuatu yang jauh lebih mulia, iaitu kedatangan Roh Allah Sendiri yang suci dan murni.
Kini umat manusia di dunia ini, termasuk kita semua, telah mewarisi dua pusaka yang sangat berharga peninggalan beliau, yakni Alquran dan Al-Hadis, keduanya merupakan cerminan dari akhlak beliau yang patut diteladani oleh seluruh pengikutnya sampai akhir zaman. Jika kita tinggalkan, celakalah kita semua, sedang jika kita amalkan, selamatlah kita semua. Wallahu a'lam bishawab
Thursday, August 10, 2006
HITAM PUTIH
Kami kita
Angin kesejukan
Pembawa pembawa bencana
Riuh tenang
Badai gelombang
Mawar indah
Berduri tajam
Laksana sebatang aur
Tak kan patah
Walau seridu bayu menghadang
Angin kesejukan
Pembawa pembawa bencana
Riuh tenang
Badai gelombang
Mawar indah
Berduri tajam
Laksana sebatang aur
Tak kan patah
Walau seridu bayu menghadang
SECARA NYATA
MANUSIA BUKAN MAKLUK INDIVIDU
SECARA NYATA
SECARA NYATA
Manusia melihat, mendengar, merasa, dan mencium untuk mengetahui keadaan lingkungan sekitarnya. Hal tresebut terjadi terus-menerus hingga pada suatu saat yang tidak mereka duga sama sekali. Apa mereka begitu yakin bahwa mereka memegang kendali sepenuhnya, terhadap tubuh mereka sendiri. Walau sehebat apapun manusia itu sendiri, pasti jawabannya tidak.
Hal ini mungkin jarag sekali dibahas atau tidak terlalu menarik untuk dibahas. Manusia umumnya lebih tertarik memikirkan dengan materi yang ada pada lingkungannya, tampa memperhitungkan bagaimana diri mereka sendiri. Apakah yang mereka lihat, dengar, rasa, kecap, dan cium itu nyata. Dan apa mereka bergerak atas kemauan sendiri.
Kemungkinan manusia dapat hidup lebih dari seratus tahun atau lebih, akan tetapi ada berbagai vaktor yang mengakibatkan hal itu mustahil terjadi. Bencana, penyakit, penuaan, dan lain-lain akan terus dijumpai manusia hingga mereka akhirnya tiada. Dari hal tersebut vaktor penuaan lah yang paling menarik, mulai dari rahim ibunya manusia terus tumbuh dan berkembang hingga batas usia tertentu beransur-ansur zat penting tubuh mulai berkurang seperti calsium, zink, dan unsur lainnya, hal ini ditandai dengan mulainya muncul kerutan pada kulit dan menyusutnya kepadatan tulang.
Dalam kehidupan banyak sekali kotak-kotak hitam yang sama sekali tak bisa dibuka oleh manusia. Salah satunya otak manusia itu sendiri, yang selalu berkerja tampa hentinya walaupun kita sedang tidur. Mulai dari lahir otak telah mulai menyesuaikan diri dengan alam sekitar. Segala informasi yang diperoleh dikumpulkan dengan rapi untuk kemudian digunakan untuk menjalankan tubuh manisia itu sendiri. Jadi kitalah yang dikendalikan oleh data-data yang di miliki otak, masih banggakah kita sebagai individual. Semua itu hanyalah semu belaka
Hal ini mungkin jarag sekali dibahas atau tidak terlalu menarik untuk dibahas. Manusia umumnya lebih tertarik memikirkan dengan materi yang ada pada lingkungannya, tampa memperhitungkan bagaimana diri mereka sendiri. Apakah yang mereka lihat, dengar, rasa, kecap, dan cium itu nyata. Dan apa mereka bergerak atas kemauan sendiri.
Kemungkinan manusia dapat hidup lebih dari seratus tahun atau lebih, akan tetapi ada berbagai vaktor yang mengakibatkan hal itu mustahil terjadi. Bencana, penyakit, penuaan, dan lain-lain akan terus dijumpai manusia hingga mereka akhirnya tiada. Dari hal tersebut vaktor penuaan lah yang paling menarik, mulai dari rahim ibunya manusia terus tumbuh dan berkembang hingga batas usia tertentu beransur-ansur zat penting tubuh mulai berkurang seperti calsium, zink, dan unsur lainnya, hal ini ditandai dengan mulainya muncul kerutan pada kulit dan menyusutnya kepadatan tulang.
Dalam kehidupan banyak sekali kotak-kotak hitam yang sama sekali tak bisa dibuka oleh manusia. Salah satunya otak manusia itu sendiri, yang selalu berkerja tampa hentinya walaupun kita sedang tidur. Mulai dari lahir otak telah mulai menyesuaikan diri dengan alam sekitar. Segala informasi yang diperoleh dikumpulkan dengan rapi untuk kemudian digunakan untuk menjalankan tubuh manisia itu sendiri. Jadi kitalah yang dikendalikan oleh data-data yang di miliki otak, masih banggakah kita sebagai individual. Semua itu hanyalah semu belaka
Friday, January 13, 2006
The Democratic
We shall call a political system democratic when it allows the free formulatiaon of political preferences, through the use of basic freedoms of association, information and commonication, for the purpose of freecompetition. Between leanders to validate at regular interval by non-violent means their claim to rule, a democratic system does this without excluding any effetive political office from that competition of prohibiting any members of the political community from expressing ther preference by norms reguiring the use of force to enforce them.
Saturday, May 21, 2005
terorisme = setanisme
Terorisme atas Nama Agama
Gambar yang berasal dari akhir Abad Pertengahan yang menunjukkan Louis IX bertempur bersama 15.000 tentaranya di tepian Sungai Nil. Akhlaq agama melarang setiap bentuk terorisme, namun demikian, beberapa kelompok teroris mesih saja menyatakan mereka bertindak atas nama agama. Akan tetapi, jika seseorang melihat lebih dekat pada pandangan orang-orang yang melakukan pembantaian atau menggunakan kekerasan sebagai jalannya, jelaslah bahwa mereka adalah orang-orang yang menyimpang. Mereka tidak mengetahui kebenaran agama dan tidak mampu untuk hidup di dalamnya serta mengerti akhlaq agama. Setiap orang yang benar-benar percaya pada keberadaan Allah, yang sungguh-sungguh takut kepada-Nya, dan bersandar pada kitab yang telah diturunkan-Nya, tidak akan pernah sanggup mengambil segala bentuk tindakan yang bisa menyakiti orang-orang yang tak bersalah dan tidak bisa membela diri. Karena itulah, orang yang melaksanakan tindak terorisme dan kekerasan atas nama Islam, tidak bisa dikatakan sebagai kelompok agama.
Pesan sesungguhnya dari sebuah agama atau sistem pemikiran lainnya acapkali diselewengkan oleh mereka yang menamakan diri sebagai pengikutnya, atau ditafsirkan secara keliru. Hal tersebut berlaku untuk Yudaisme maupun Kristen. Para tentara Perang Salib, sebagai contoh, adalah orang-orang Kristen Eropa yang berangkat dari Eropa pada akhir abad ke-11 dengan tujuan membebaskan Tanah Suci. Mereka mungkin berangkat dengan tujuan agama, tapi nyatanya mereka menyebarkan ketakutan dan kebiadaban ke mana pun mereka pergi.
Kebiadaban mereka, yang menyalahtafsirkan agama Kristen, yang merupakan agama cinta kasih dan tentunya tidak memberikan ruang untuk kekerasan, jelas sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama sejati sama sekali.Sebagian besar orang yang menggunakan teror atas nama agama merupakan kelompok-kelompok fanatik yang terkait dengan kepercayaan penyembah berhala atau ajaran-ajaran mistik yang baru muncul, yang sama sekali bukan agama wahyu. Kelompok-kelompok ini, terutama di Amerika dan Jepang, melaksanakan tindakan kekerasan yang mengerikan terhadap anggotanya sendiri dan juga orang lain. Termasuk di dalamnya kelompok-kelompok yang membakar diri mereka sampai mati di sebuah tanah pertanian, atau melakukan bunuh diri massal di tempat tidur
Gambar yang berasal dari akhir Abad Pertengahan yang menunjukkan Louis IX bertempur bersama 15.000 tentaranya di tepian Sungai Nil. Akhlaq agama melarang setiap bentuk terorisme, namun demikian, beberapa kelompok teroris mesih saja menyatakan mereka bertindak atas nama agama. Akan tetapi, jika seseorang melihat lebih dekat pada pandangan orang-orang yang melakukan pembantaian atau menggunakan kekerasan sebagai jalannya, jelaslah bahwa mereka adalah orang-orang yang menyimpang. Mereka tidak mengetahui kebenaran agama dan tidak mampu untuk hidup di dalamnya serta mengerti akhlaq agama. Setiap orang yang benar-benar percaya pada keberadaan Allah, yang sungguh-sungguh takut kepada-Nya, dan bersandar pada kitab yang telah diturunkan-Nya, tidak akan pernah sanggup mengambil segala bentuk tindakan yang bisa menyakiti orang-orang yang tak bersalah dan tidak bisa membela diri. Karena itulah, orang yang melaksanakan tindak terorisme dan kekerasan atas nama Islam, tidak bisa dikatakan sebagai kelompok agama.
Pesan sesungguhnya dari sebuah agama atau sistem pemikiran lainnya acapkali diselewengkan oleh mereka yang menamakan diri sebagai pengikutnya, atau ditafsirkan secara keliru. Hal tersebut berlaku untuk Yudaisme maupun Kristen. Para tentara Perang Salib, sebagai contoh, adalah orang-orang Kristen Eropa yang berangkat dari Eropa pada akhir abad ke-11 dengan tujuan membebaskan Tanah Suci. Mereka mungkin berangkat dengan tujuan agama, tapi nyatanya mereka menyebarkan ketakutan dan kebiadaban ke mana pun mereka pergi.
Kebiadaban mereka, yang menyalahtafsirkan agama Kristen, yang merupakan agama cinta kasih dan tentunya tidak memberikan ruang untuk kekerasan, jelas sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama sejati sama sekali.Sebagian besar orang yang menggunakan teror atas nama agama merupakan kelompok-kelompok fanatik yang terkait dengan kepercayaan penyembah berhala atau ajaran-ajaran mistik yang baru muncul, yang sama sekali bukan agama wahyu. Kelompok-kelompok ini, terutama di Amerika dan Jepang, melaksanakan tindakan kekerasan yang mengerikan terhadap anggotanya sendiri dan juga orang lain. Termasuk di dalamnya kelompok-kelompok yang membakar diri mereka sampai mati di sebuah tanah pertanian, atau melakukan bunuh diri massal di tempat tidur
minang kabau
Kerajaan Pertama di Gunung Merapi
1. Maharaja yang Bermahkota
Dikatakan pula oleh Tambo, bahwa dalam pelayaran putera-putera RajaIskandar Zulkarnain tiga bersaudara, dekat pulau Sailan mahkota emasmereka jatuh ke dalam laut. Sekalian orang pandai selam telahdiperintahkan untuk mengambilnya. Tetapi tidak berhasil, karena mahkotaitu dipalut oleh ular bidai di dasar laut.Ceti Bilang Pandai memanggil seorang pandai mas. Tukang mas itudiperintahkannya untuk membuat sebuah mahkota yang serupa.Setelah mahkota itu selesai dengan pertolongan sebuah alat yang merekanamakan "camin taruih" untuk dapat menirunya dengan sempurna. Setelahselesai tukang yang membuatnya pun dibunuh, agar rahasia tidakterbongkar dan jangan dapat ditiru lagi.Waktu Sri Maharaja Diraja terbangun, mahkota itu diambilnya dandikenakannya diatas kepalanya. Ketika pangeran yang berdua lagiterbangun bukan main sakit hati mereka melihat mahkota itu sudahdikuasai oleh si bungsu. Maka terjadilah pertengkaran, sehingga akhirnyamereka terpisah.Sri Maharaja Alif meneruskan pelayarannya ke Barat. Ia mendarat di TanahRum, kemudian berkuasa sampai ke Tanah Perancis dan Inggris. SriMaharaja Dipang membelok ke Timur, memerintah negeri Cina danmenaklukkan negeri Jepang.
2. Galundi Nan Baselo
Sri Maharaja Diraja turun sedikit ke bawah dari puncak Gunung Merapimembuat tempat di Galundi Nan Baselo. Lebih ke baruh lagi belum dapatditempuh karena lembah-lembah masih digenangi air, dan kaki bukitditutupi oleh hutan rimba raya yang lebat.Mula-mula dibuatlah beberapa buah taratak. Kemudian diangsur-angsurmembuka tanah untuk dijadikan huma dan ladang. Teratak-teratak itu makinlama makin ramai, lalu tumbuh menjadi dusun, dan Galundi Nan Baselomenjadi ramai.Sri Maharaja Diraja menyuruh membuat sumur untuk masing-masing isterinyamengambil air. Ada sumur yang dibuat ditempat yang banyak agam tumbuhdan pada tempat yang ditumbuhi kumbuh, sejenis tumbuh-tumbuhan untukmembuat tikar, karung, kembut dsb. Ada pula ditempat yang agak datar.Ditengah-tengah daerah itu mengalir sebuah sungai bernama BatangBengkawas. Karena sungai itulah lembah Batang Bengkawas menjadi subursekali.Beratus-ratus tahun kemudian setelah Sri Maharaja Diraja wafat,bertebaranlah anak cucunya kemana-mana, berombongan mencari tanah-tanahbaru untuk dibuka, karena air telah menyusut pula. Dalam tambo dikatakan"Tatkalo bumi barambuang naiak, aia basintak turun".Keturunan Sri Maharaja Diraja dengan "Si Harimau Campa" yang bersumurditumbuhi agam berangkat ke dataran tinggi yang kemudian bernama "LuhakAgam" (luhak = sumur). Disana mereka membuka tanah-tanah baru. Huma danteruka-teruka baru dikerjakan dengan sekuat tenaga. Bandar-bandar untukmengairi sawah-sawah dikerjakan dengan sebaik-baiknya.Keturunan "Kambing Hutan" membuka tanah-tanah baru pula di daerah-daerahGunung Sago, yang kemudian diberi nama "Luhak 50 Koto" (Payakumbuh) dariluhak yang banyak ditumbuhi kumbuh.Keturunan "Anjing yang Mualim" ke Kubang Tigo Baleh (Solok), keturunan"Kucing Siam" ke Candung-Lasi dan anak-anak raja beserta keturunannyadari si Anak Raja bermukim tetap di Luhak Tanah Datar. Lalu mulailahpembangunan semesta membabat hutan belukar, membuka tanah, mencencangmelateh, meneruka, membuat ladang, mendirikan teratak, membangun dusun,koto dan kampung.
3. Kedatangan Sang Sapurba
Tersebutlah kisah seorang raja bernama Sang Sapurba. Di dalam tambodikatakan "Datanglah ruso dari Lauik". Kabarnya dia sangat kaya bergelarRaja Natan Sang Sita Sangkala dari tanah Hindu. Dia mempunyai mahkotaemas yang berumbai-umbai dihiasai dengan mutiara, bertatahkan permataberkilauan dan ratna mutu manikam.Mula-mula ia datang dari tanah Hindu. Ia mendarat di Bukit SiguntangMaha Meru dekat Palembang. Disana dia jadi menantu raja Lebar Daun. Dariperkawinannya di Palembang itu dia memperoleh empat orang anak, dualaki-laki yaitu Sang Nila Utama, Sang Maniaka; dua perempuan yaituCendera Dewi dan Bilal Daun.Pada satu hari Sang Sapurba ingin hendak berlayar menduduki SungaiIndragiri. Setelah lama berlayar, naiklah dia ke darat, akhirnya sampaidi Galundi Nan Baselo. Waktu itu yang berkuasa di Galundi Nan Baseloialah Suri Dirajo, seorang dari keturunan Sri Maharaja Diraja. SuriDiraja tekenal dengan ilmunya yang tinggi, ia bertarak di gua GunungMerapi. Karena ilmunya yang tinggi dan pengetahuannya yang dalam, iajadi raja yang sangat dihormati dan disenangi oleh penduduk Galundi NanBaselo dan di segenap daerah. Ia juga bergelar Sri Maharaja Diraja,gelar yang dijadikan gelar keturunan raja-raja Gunung Merapi.Anak negeri terheran-heran melihat kedatangan Sang Sapurba yang serbamewah dan gagah. Orang banyak menggelarinya "Rusa Emas", karenamahkotanya yang bercabang-cabang. Oleh karena kecerdikan Suri Dirajo,Sang Sapurba dijadikan semenda, dikawinkan dengan adiknya bernama IndoJulito. Sang Sapurba adalah seorang Hindu yang beragama Hindu. Diamenyembah berhala. Lalu diadakan tempat beribadat di suatu tempat.Tempat ini sampai sekarang masih bernama Pariangan (per-Hiyang-an =tempat menyembah Hiyang / Dewa). Dan disitu juga terdapat sebuah candibuatan dari tanah tempat orang-orang Hindu beribadat. Ada juga yangmengatakan tempat itu adalah tempat beriang-riang.
4. Raja yang Hanya Sebagai Lambang
Sang Sapurba lalu dirajakan dengan memangku gelar Sri Maharaja Dirajajuga. Tetapi yang memegang kendali kuasa pemerintahan tetap Suri Dirajosebagai orang tua, sedangkan sang sapurba hanya sebagai lambang.Untuk raja dengan permaisurinya dibuatkan istana "Balairung Panjang"tempatnya juga memerintah. Istana ini konon kabarnya terbuat dari :tonggaknya teras jelatang, perannya akar lundang, disana terdapat tabuhdari batang pulut-pulut dan gendangnya dari batang seleguri, getangnyajangat tuma, mempunyai cenang dan gung, tikar daun hilalang dsb.Karena Pariangan makin lama makin ramai juga Sang Sapurba pindah ketempat yang baru di Batu Gedang. Seorang hulubalang yang diperintahkanmelihat-lihat tanah-tanah baru membawa pedang yang panjang. Banyak orangkampung yang mengikutinya. Mereka menuju ke arah sebelah kananPariangan. Terdapatlah tanah yang baik, lalu dimulai menebangkayu-kayuan dan membuka tanah-tanah baru. Selama bekerja hulubalang itumenyandarkan pedang yang panjang itu pada sebuah batu yang besar. Banyaksekali orang yang pindah ke tempat yang baru itu. Mereka berkampungdisitu, dan kampung baru tempat menyandarkan pedang yang panjang itu,sampai sekarang masih bernama Padang Panjang.Lama kelamaan Padang Panjang itu jadi ramai sekali. Dengan demikianPariangan dengan Padang Panjang menjadi sebuah negeri, negeri pertama diseedaran Gunung Merapi di seluruh Batang Bengkawas, yaitu negeriPariangan Padang Panjang. Untuk kelancaran pemerintahan perlu diangkatorang-orang yang akan memerintah dibawah raja. Lalu bermufakatlah rajadengan orang-orang cerdik pandai. Ditanam dua orang untuk Pariangan dandua orang pula untuk Padang Panjang. Masing-masing diberi pangkat"penghulu" dan bergelar "Datuk". · Dt. Bandaro Kayo dan Dt. SeriMaharajo untuk Pariangan · Dt. Maharajo Basa dan Dt. Sutan Maharajo Basauntuk Padang Panjang. Orang-orang yang berempat itulah yang mula-mulasekali dijadikan penghulu di daerah itu. Untuk rapat dibuat Balai Adat.Itulah balai pertama yang asal sebelum bernama Minangkabau di Pariangan.
5. Sikati Muno
Seorang penjahatyang datang dari negeri seberang tiba pula di daerahitu. Karena tubuhnya yang besar dan tinggi bagai raksasa ia digelariorang naga "Sikati Muno" yang keluar dari kawah Gunung Merapi.Rakyat sangat kepadanya dan didongengkan mereka, bahwa naga itu tubuhnyabesar dan panjangnya ada 60 depa dan kulitnya keras. Ia membawa bencanabesar yang tidak terperikan lagi oleh penduduk. Kerjanya merampok dantelah merusak kampung-kampung dan dusun-dusun. Padi dan sawah diladanghabis dibinasakannya. Orang telah banyak yang dibunuhnya, laki-laki,perempuan dan gadis-gadis dikorbankannya. Keempat penghulu dariPariangan-padang Panjang diutus Suri Drajo menghadap Sang Sapurba diBatu Gedang tentang kekacauan yang ditimbuklan oleh Sikati Muno. Untukmenjaga prestisenya sebagai seorang semenda, Sang Sapurba lalu pergimemerangi Sikati Muno. Pertarungan hebat pun terjadi berhari-harilamanya. Pedang Sang Sapurba sumbing-sumbing sebanyak seratus sembilanpuluh. Akhirnya naga Sikati Muno itu mati dibunuh oleh Sang Sapurbadengan sebilah keris. Keris tersebut dinamakan "Keris Sikati Muno",keris bertuah, tak diujung pangkal mengena, jejak ditikam mati juga.Sejak itu amanlah negeri Pariangan-Padang Panjang, dan semakin lamasemakin bertambah ramai. Oleh sebab itu Sang Sapurba memerintahkan lagimencari tanah-tanah baru. Pada suatu hari raja sendiri pergi keluar,melihat-lihat daerah yang baik dijadikan negeri. Dia berangkatbersama-sama dengan pengiring-pengiringnya. Ia sampai pada suatu tempatmata air yang jernih keluar dari bawah pohon tarab. Sang Sapurbaberpikir, tanah itu tentu akan subur sekali dan baik dijadikan negeri.Lalu diperintahkannyalah membuka tanah-tanah baru ditempat itu. Sampaisekarang tanah itu dinamakan Sungai Tarab. Kemudian hari jaditermasyhur, tempat kedudukan "Pamuncak Koto Piliang" Dt. Bandaharo diSungai Tarab. Selain itu raja menemui pula setangkai kembang teratai didaerah itu, kembang yang jadi pujaan bagi orang-orang Hindu. Rajamenyuruh mendirikan sebuah istana di tempat itu. Setelah istana itu siapraja lalu pindah bertahta dari Pariangan-Padang Panjang ke tempat yangbaru itu, yang kemudian dinamakan negeri Bungo Satangkai, negeri yangkedua sesudah Pariangan-Padang Panjang.
Kerajaan Minangkabau Baru
Pusat kerajaan kembali lagi ke Pariangan Padang Panjang disebut awalmasa kerajaan Minangkabau Baru. Sejak inilah diciptakan dan dikukuhkanaturan adat Minangkabau yang kita amalkan sampai sekarang. Walaupuntelah bergnati musim adat Minangkabau tetap terpakai disebut; Tidaklakang oleh panas, tidak lapuk oleh hujan. Siapapun diantara putra-putriMinangkabau yang dengan sengaja melanggar aturan adat itu, akan tersisihhidupnya dalam keluarga sendiri.Tahun 1127, Sultan Sri Maharaja Diraja menikah dengan puti Indo Jelita,yakni adik kandung dari Datuk Suru Dirajo. Setelah 14 tahun menikah,ternyata belum juga mendapat keturunan. Maka atas sepakat dewankerajaan, Sultan Sri Maharaja Diraja menikah lagi dengan Puti CintoDunia. Setelah dua tahun menikah dengan Puti Cinto Dunia, tidak ada jugatanda-tanda kehamilan Puti tsb. Maka Sultan menikah lagi dengan PutiSedayu.Atas rahmat Tuhan, tahun 1147, lahirlah Sultan Paduko Basa daripermaisuri Puti Indo Jelito, yang kemudian diangkat sebagai RajaMinangkabau, bergelar Datuk Ketemanggungan. Tahun itu juga lahir pulaWarmandewa dari Puti Cinto Dunia, yang kemudian bergelar Datuk BandaharoKayo. Tahun 1148, lahir lagi Reno Shida dari Puti Sedayu, yang kemudianbergelar Datuk Maharajo Basa. Dengan demikian telah 3 orang putra Raja,masing-masing dari tiga orang ibu.Tahun 1149, Sultan sri Maharaja Diraja mangkat dan waktu itu anak rajayang tertua masih berusia 2 tahun. Atas sepakat dewan kerajaan, Ibu SuriPuti Indo Jelito, langsung memegang tampuk kerajaan Minangkabausementara menunggu Sutan Paduko Basa menjadi dewasa. Tugas hariandilaksanakan oleh tiga pendamping raja yakni Datuk Suri Dirajo, CetriBilang Pandai dan Tantejo Gurano.Karena kasih sayang Datuk Suri Puti Indo Jelito menjanda, laludinikahkan dengan Cetri Bilang Pandai. Dari perkawinannya itu melahirkan5 orang anak :
1. Jatang Sutan Balun bergelar Datuk Perpatih Nan Sabatang (lahir 1152)
2. Kalap Dunia bergelar Datuk Suri Maharajo nan Banego-nego (lahir 1154)
3. Puti Reno Judah lahir 1157, kemudian dibawa oleh Datuk Perpatih NanSabatang ke Lima Kaum untuk keturunan kemenakannya nan menjadi penghulu
4. Puti Jamilan lahir 1159, kemudian dibawa Datuk Ketemanggungan keSungai Tarab dan ke Bunga Setangkai untuk keturunannya nanti menjadiraja dan penghulu
5. Mambang Sutan lahir th 1161, setelah berumur 4 th bergelar Datuk SuriDirajo menggantikan gelar mamaknya (abang dari Puti Indo Jelito)Mambang Sutan merupakan kemenakan pertama di Minangkabau yang menerimagelar dari mamaknya. Tahun 1165 yakni sewaktu Sutan Paduko Basa telahberumur 18 tahun, beliau diangkat sebagai penghulu bergelar DatukKetumanggungan, sekalipun menduduki tahta kerajaan Minangkabau,pengganti raja yang telah 16 tahun mengemban tugas dari ibunya Puti IndoJelito. Selain itu, semua anak laki-laki Sultan Sri Maharaja Dirajadinobatkan pula menjadi penghulu.
Tahun 1174 kerajaan Minangkabau baru memperluas daerah adatnya ke SungaiTarab, Lima Kaum dan Padang Panjang. Masing-masing daerah diduduki olehseorang penghulu anak dari tiga orang istri Sultan Sri Maharaja Diraja.Karena kepadatan penduduk daerah Pariangan maka tahun 1186-1192 diadakanperpindahan penduduk, maka terbentuklah Luhak Nan Tigo.Pada masing-masing luhak dibentuk beberapa kelarasan dan pada kelarasandibentuk pula beberapa suku. Adapun suku dalam daerah kerajaanMinangkabau diatur menurut garis keturunan ibu. Siapapun bapak dariseorang anak atau apapun pangkat bapaknya, namun suku anaknya menurutsuku ibunya. Untuk mengukuhkan berdirinya suku, maka harta pusaka darinenek, diwariskan kepada ibun dan dari ibu diwariskan pula kepada anakperempuan. Aturan adat yang demikian disebut Matrilinial. Hanya duadaerah di dunia ini yang memakai aturan Matrilinial. Satu didaerahpedalaman Hindia, asal nenek moyangnya dahulu 2000 tahun sebelum masehi.Dan satu lagi berkembang di Sumbar. Bagi perempuan harta pusaka bukanuntuk kepentingan pribadi, tapi untuk jaminan hidup keturunan suku.Pada tahun 1292, cicit dari Puti Jamilan, bernama Putri Dara Jingga yangpemangku Putri Mahkota, dinikahkan dengan Mahisa Anabrang, Panglimakerajaan Singhasari, keluarga dari Raja Kartanegara. Sebelum menikahterlebih dahulu Mahisa di-islamkan. Tahun 1293 Puti Dara Jingga sedanghamil, pergi mengikuti suaminya pulang ke Singhasari yang dipanggil olehraja Pertama Majapahit (Raden Wijaya). Putri Dara Jingga membawa adikseayah dengannya yaitu Puti Dara Petak untuk pengasuh anaknya yang akanlahir. Beberapa bulan dikerajaan Majapahit yang mengambil alih kerajaanSinghasari itu, lahirlah anak dari Puti Dara Jingga yang diberi namaAdityawarman.Puti Dara Petak, dinikahi oleh Raja Majapahit (Raden Wijaya). Puti DaraPetak berubah nama menjadi Diyan Sri Tribuaneswari. Walaupun telahmenjadi istri Raja Majapahit, Puti Dara Petak tetap mengasuhAdityawarman di kerajaan Majapahit.Karena Datuk Ketumanggungan telah sangat tua, maka tahun 1295, Puti DaraJingga dipanggil pulang ke Minangkabau untuk menjadi Raja di Minangkabaudengan panggilan Bundo Kanduang. Anak Bundo Kanduang yang bernamaAdityawarman tetap tinggal dikerajaan Majapahit, karena Puti Dara Petaktidak mau melepasnya pulang, ingin terus mengasuh anak kakaknya.Setelah Bunda Kandung menjadi Raja Minangkabau, memanglah DatukKetumanggungan mangkat dalam usia 149 tahun dan disusul olehmeninggalnya Datuk Perparih Nan Sebatang dalam usia 146 tahun.Si Kambang Bendahari (dayang-dayang utama dari Bunda Kandung) dinikahkandengan Selamat Panjang Gobang (1292) yakni seorang diplomat utusan darikerajaan Cina (khubilai Khan). Sebelum menikah terlebih dahulu SelamatPanjang Gombak di-Islamkan. Perkawinan itu melahirkan seorang anakbernama Cindur Mato th 1294. Cindur Mato diasuh ilmu perang oleh MahisaAnabrangyang yang teringat akan anak kandungnya Adityawarman jauh diMajapahit. Selain itu Cindur Mato dididik ilmu silat pula oleh ayahkandungnya Selamat Panjang Gombak. Maka menjadilah Cindur Mato seorangpendekar yang tangguh dan Panglima kerajaan Minangkabau yang tiadatandingan dizamannya.Adityawarman sendiri yang Putra Mahkota Kerajaan Minangkabau, dididikilmu perang dan ilmu kerjaan oleh Majapahit. Adityawarman pernah menjadiWirdamatri yang merupakan predikat setaraf dengan Mpu Nala dan MahaPatih. Karena itu Adityawarman salah seorang Tri Tunggal KerajaanMajapahit.Setelah dewasa pulanglah Adityawarman menemui Bundo Kandung dan kawindengan Puti Bungsu (anak mamaknya Rajo Mudo) dari Ranah Sikalawi-TalukKuantan, sebelum menikah Adityawarman yang menganut Budha, terlebihdahulu di-Islamkan.Pada tahun 1347 Adityawarman dinobatkan menjadi Raja Minangkabaubergelar Dang Tuanku (Sutan Rumandung). Pernikahan Adityawarman denganPuti Bungsu melahirkan anak yang bernama Ananggawarman.Gahah Mada pernah marah kepada Adityawarman karena tidak mau taklukkepada Majapahit. Tapi Adityawarman tidak segan kepada Gajah Mada,karena mereka sependidikan. Gajah Mada mencoba menyerang Minangkabaupada th 1348, tapi gagal, malah Adityawarman pernah membantu Majapahitmenaklukkan Bali.Sewaktu Minangkabau dibawah pimpinan Ananggawarman tahun 1375-1417,pertahanan kerajaan Minangkabau telah sangat kuat. Patih Wikrawardhanadikerajaan Majapahit, masih mencoba menyerang kerajaan Minangkabau tahun1409, tapi tetap tidak berhasil. Itu merupakan serangan yang terakhirterhadap Minangkabau.Kalau dizaman Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sabatang,kerajaan Minangkabau terkenal dengan aturan adat dan filsafahnya, makadizaman Bundo Kanduang, Adityawarman dan Ananggawarman kerajaanMinangkabau terkenal dengan keahlian Cindur Mato sebagai panglimaperangnya.Sesudah Ananggawarman tidak terdengar lagi kegiatan Raja Minangkabau,mungkin karena raja dan penghulunya tidak lagi membuat ubahan, baikuntuk kerajaan, maupun untuk rakyat yang memang telah sempurna dibentukoleh cerdik pandai terdahulu.Demikian sempurnanya aturan adat dikerjakan Minangkabau sangat pulamembantu pelaksanaan aturan adat itu, karena adat Minangkabau disusunbersendi syarak (agama Islam) dan syarak bersendi Kitabullah.
Subscribe to:
Posts (Atom)