Moshi moshi,selamat datang di ruang sempit ini, maaf kalau pelayanannya kurang memuaskan. oia bagi anggota ska-y (skay) kapan kita bertemu lagi tolong kabari
Monday, June 11, 2007
Geografi Palestina
Wednesday, May 30, 2007
Al-Syahid Ahmad Iwadh
Setelah tamat di sekolah dasar al-Zaitun dengan nilai sangat baik (8,01-8,99) kemudian ia melanjutkan pendidikanya di sekolah menengah pertama dan umum al-Syajaeyah. Selesai di Syajaeyah kemudian al-Syahid melanjutkan studinya di Universitas Islam jurusan Biologi. Selain tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Islam di Gaza ia juga aktif di organisasi faksi Islam pada Universitas tersebut .
Setelah ia keluar dari Universitas Islam, ia bekerja sebagai pembantu administrasi di Kejaksaan Tinggi Palestina. Karirnya terus menanjak hingga menjabat direktur umum, mengingat dedikasi dan kemampunya dalam bidang tersebut. Bahkan menurut informasi yang bisa dipercaya, Menlu Mahmud Zehar telah menunjuk al-Syahid sebagai direktur umum di departemennya. Sebelumnya al-Syahid juga menjabat sebagai direktur umum kepresidenan, sebelum Hamas menjadi pemimpin di Palestina.
Peristiwa ini hanya beberapa pecan sebelum pesawat Israel membombardir mobil yang ditumpanginya bersama saudara seperjuanganya pada hari Ahad 8 Nopember 2006.
Semua orang tersentak, bahwa suami dari putri menlu Palestina Dr. Mahmud Zehar adalah seorang arsitek militer di brigade Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas.
Status Sosial
Al-Sayhid adalah suami dari putri Menlu Palestina, Mahmud Zehar. Dikaruniai dua orang putra masing-masing Muadz baru berumur satu setengah tahun dan Rajab yang baru berumur empat bulan.
Ketika Al-Syahid datang ke rumah Zehar untuk meminang putrinya, Zehar menanyakan dahulu pada putrinya, apakah ananda mau terima bila kehidupan ananda dimasa yang akan datang penuh dengan bahaya karena selalu diincar oleh Israel seperti keadaan sekarang ?.
Aktivitas Dakwah
Al-Syahid sebagai penanggung jawab sejumlah aksi massa, seperti aksi di Masjid Shalahuddin masjid terbesar di Gaza yang paling banyak melahirkan kader-kader intifadhah pertama dan kedua. Ia juga sempat menjadi pimpinan di dalam organisasi kemasjidan tersebut sebelum ia melanjutkan kuliahnya di Universitas Islam Gaza. Saat itu ia tahu bahwa ia harus merahasiahkan betul identitasnya dalam wadah kegiatan yang penuh resiko. Apalagi untu memangku sebagai pimpinan organisasi tersebut.
Pada awal- awal tahun di Universitas Islam Gaza ia bergabung dengan kelompok Ikwanul Muslimin. Padahal ia baru menginjak di usianya yang ke 18 tahun. Karena salah satu persyaratan ikut organisasi IM bila umurnya sudah mencapai 18 tahun. Namun karena wawasanya dan kemampuanya ia diterima menjadi anggota IM walau dengan syarat umur minimal.
Bergabung Dengan Al-Qossam
Al-Syahid bergabung dengan kelompok Izzuddin Al-Qossam pada awal tahun 2000. Pada saat awal terbentuknya Brigade Al-Qossam, setelah mendapat berbagai gempuran dari dinas keamanan pemerintahan. Peristiwa tersebut sebelum meletusnya intifadhah kedua.
Namun namanya tidak tercantum di dalam jajaran pimpinan brigade Al-Qossam, tetapi masuk dalam jajaran para konseptor dan insinyur pembuat bom pada awal tahun 2001, namun itu baru awal, masih jauh dari tujuan.
Pengembangan alat-alat perang
Al-Syahid merupakan profil muslim yang cerdas, innovator, punya ekses besar dalam perkembangan bom yahudi dari sekedar meledak hingga yang berbentuk elektronik seperti sekarang, yang bisa diledakan secara otomatis seperti yang pernah dilakukan oleh saudara seperjuanganya Al-Syahid Ahmad Musytaha.
Setelah beberapa bulan kemudian ia berpindah ke bagian pengembangan roket al-Qossam menyusul penciptanya Al-Syahid Komandan Nidhal Farhat yang berhasil membuat roket jenis baru yang dinamakan roket Qossam. Al-Syahid Ahmad berkerja denganya dan berhasil mengembangkan roket yang diberinama Qossam 1 yang mampu membawa hulu ledak setara dengan 1 kg TNT yang mampu meluluhlantakan satu wilayah dalam radius satu kilo meter.
Setelah Komandan Nidhal Farhat syahid sebagai pencipta roket Qossam serta pembuatnya Muhammad Salami maka bidang pengembangan roket dimpimn oleh Mujahid Tito Mas’ud dan wakilnya al-Syahid Suhail Abu Nahl keduanya kemudian menjadi tawanan Israel pada tahun 96 an bersama sejumlah anggota lainya, seperti Ahmad Iwadl, Mufid Bal, Shabir Abu Ashi dan Akram Nasher, Mahdi Musytaha yang kemudian mereka meninggal syahid.
Menyusul syahidnya Tito Mas’ud dan wakilnya Suhail Abu Nehel di perkampungan Syajaeyah, maka kepemimpinan beralih kepada komandan syahid Mahdi Musytaha dan menjadikan Ahmad Iwadl sebagai wakilnya sebagai ketua pengembangan dan perancang roket-roket Qossam.
Kemudian setelah Mahdi Musytaha meninggal syahid, maka ketua pengembangan dan pembuatan Qossam beralih kepada Ahmad Iwadl.
Maka mulailah Ahmad Iwadl atau dikenal dengan nama Abu Muadz menyusun program pengembangan serta merekrut sejumlah mujahid yang mempunyai bakat inovasi dan berhasil mengembangkan qossam hingga menjangkau 7 km dengan hulu ledaknya bisa menjangkau 5 km. Saat ini tim Qossam berhasil mengembangkan roketnya yang dapat menjangkau 12 km dengan hulu ledak beradius 8-10 Km. tim Al-Qossam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari brigade Izzudin Al-Qossam.
Yang berhasil mengembangkan roket Qossam seperti saat ini adalah, al-Syahid Ahmad Iwadh Abu Mu’adz. Ia berhasil mengembangkan roket ini dalam waktu kurang dari 5 tahun.
Beberapa sumber menyatakan, bila Ahmad Iwadl tidak bergabung dalam sejumlah operasi militer, karena ia konsen dalam masalah pengembangan roket. Maka tak heran bila pembawaannya penuh rahasia, tenang dan jauh dari pusat perhatian massa.
Keadaan ini terus berlangsung hingga saat pembunuhannya. Namun tatkala para penjagaan keamanan tertangkap oleh pemerintah Israel terkait aksinya menyerang permukiman Sederot termasuk yang ditangkap saat itu, keturunan Nidhal Farhat, seorang mujahid ke tiga, maka tekuaklah bahwa Ahmad Iwadl bekerja dibidang pengembangan roket, namun tidak diketahui dimana tinggalnya. Kecuali beberapa saat sebelum penembakan terhadap mobil yang ditumpanginya.
Kesyahidanya
Pada hari Rabu tanggal 17 Syawal 1427 H atau bertepatan dengan tanggal 8 Nopember 2006, Al-Syahid menemui Tuhanya, bersamanya seorang mujahid Al-Qossam Ramzi Yusuf Suhaiber (36 tahun). Keduanya meninggal digempur rudal Israel yang ditembakan dari pesawat pengintai mereka di Jalan Ahmad Yasin kampung Al-Zaitun Kota Gaza.
Tuesday, April 10, 2007
KECEWA PADA STATISTIK
Statistik sudah ada sejak kebudayaan mulai dikenal dengan munculnya simbol-simbol atau gambar-gambar yang mewakili jumlah penduduk, jumlah binatang, jumlah panen, dan lain-lain. Simbol-simbol itu bisa dijumpai di berbagai benda, seperti kulit binatang, kayu, dan tembok. Tahun 3000 Sebelum Masehi (SM), orang Babilonia (sekarang Irak) menggunakan lembaran tanah liat untuk mencatat jumlah hasil panen atau komoditas yang dijual dan dibarter. Orang Mesir mencatat populasi penduduk dan kekayaan negaranya jauh sebelum membangun piramid di abad ke-31 SM. Di Cina juga terjadi hal yang sama (tahun 2000 SM). Orang Yunani menggunakan sensus sebagai dasar penetapan pajak tahun 594 SM.
Kekaisaran Roma merupakan pemerintahan pertama yang secara intensif mengumpulkan data populasi penduduk, daerah jajahan, dan kekayaan jajahannya. Beberapa negara di Eropa sudah melakukan sensus secara kecil-kecilan. Raja Pepin di tahun 758 dan Raja Charlemagne di tahun 762 memberi perintah untuk mencatat perpindahan penduduk. Raja William I dari Inggris, berdasar ide Norman si Penakluk Inggris, tahun 1066 mengadakan sensus yang selesai tahun 1086.
Catatan kelahiran dan kematian dimulai di Inggris awal abad ke-16. Tahun 1662 studi tentang statistik populasi penduduk mulai dilakukan dan hasil penelitian ditulis pada London Bills of Mortality. Studi yang sama dilakukan di Breslau, Jerman, tahun 1691 oleh ahli astronomi Inggris Edmond Halley (ingat Komet Halley) yang berhasil membuat tabel kelahiran dan kematian. Di Abad ke-19 dengan aplikasi metode ilmiah dari ilmu pasti dan ilmu sosial, para peneliti mampu mengubah informasi menjadi data numeris untuk mengurangi ambiguitas penafsiran deskripsi secara verbal.
Saat ini statistik merupakan alat yang andal untuk menjelaskan secara akurat data ekonomi, politik, sosial, psikologi, biologi, dan lainnya. Juga berfungsi sebagai alat untuk menganalisis dan mengorelasikan berbagai data. Pekerjaan ahli statistik tidak hanya mengumpulkan dan menabulasi data, tetapi juga memroses dan menafsirkan informasi yang diperoleh. Pengembangan teori kemungkinan menambah luasnya statistik. Banyak data yang bisa diperkirakan secara tepat dengan distribusi probabilitas dan hasilnya digunakan untuk menganalisis data statistik.
Lalu, mengapa kedua pemimpin tadi sepertinya membenci statistik? Persoalannya bisa saja karena kecewa akibat kenyataan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dari sini muncul ketidakpercayaan terhadap analisis data statistik karena merasa dibohongi. Ambil contoh tingkat inflasi. Menurut Biro Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi bulan Juni 2004 sebesar 0,48%. Padahal, menurut hitungan kita, tingkat inflasi itu lebih tinggi karena nilai rupiah menurun terhadap dolar AS. Di sini mungkin kita lupa bahwa variabel penghitung inflasi antara BPS dan kita mungkin berbeda. Dengan begitu, hasilnya tentu saja berbeda.
Jadi, data statistik sebenarnya bukan membohongi kita. Yang terjadi, kita tidak sepandangan dalam "menafsirkan" data itu dengan si penyusun data.
KECEWA PADA STATISTIK
Statistik sudah ada sejak kebudayaan mulai dikenal dengan munculnya simbol-simbol atau gambar-gambar yang mewakili jumlah penduduk, jumlah binatang, jumlah panen, dan lain-lain. Simbol-simbol itu bisa dijumpai di berbagai benda, seperti kulit binatang, kayu, dan tembok. Tahun 3000 Sebelum Masehi (SM), orang Babilonia (sekarang Irak) menggunakan lembaran tanah liat untuk mencatat jumlah hasil panen atau komoditas yang dijual dan dibarter. Orang Mesir mencatat populasi penduduk dan kekayaan negaranya jauh sebelum membangun piramid di abad ke-31 SM. Di Cina juga terjadi hal yang sama (tahun 2000 SM). Orang Yunani menggunakan sensus sebagai dasar penetapan pajak tahun 594 SM.
Kekaisaran Roma merupakan pemerintahan pertama yang secara intensif mengumpulkan data populasi penduduk, daerah jajahan, dan kekayaan jajahannya. Beberapa negara di Eropa sudah melakukan sensus secara kecil-kecilan. Raja Pepin di tahun 758 dan Raja Charlemagne di tahun 762 memberi perintah untuk mencatat perpindahan penduduk. Raja William I dari Inggris, berdasar ide Norman si Penakluk Inggris, tahun 1066 mengadakan sensus yang selesai tahun 1086.
Catatan kelahiran dan kematian dimulai di Inggris awal abad ke-16. Tahun 1662 studi tentang statistik populasi penduduk mulai dilakukan dan hasil penelitian ditulis pada London Bills of Mortality. Studi yang sama dilakukan di Breslau, Jerman, tahun 1691 oleh ahli astronomi Inggris Edmond Halley (ingat Komet Halley) yang berhasil membuat tabel kelahiran dan kematian. Di Abad ke-19 dengan aplikasi metode ilmiah dari ilmu pasti dan ilmu sosial, para peneliti mampu mengubah informasi menjadi data numeris untuk mengurangi ambiguitas penafsiran deskripsi secara verbal.
Saat ini statistik merupakan alat yang andal untuk menjelaskan secara akurat data ekonomi, politik, sosial, psikologi, biologi, dan lainnya. Juga berfungsi sebagai alat untuk menganalisis dan mengorelasikan berbagai data. Pekerjaan ahli statistik tidak hanya mengumpulkan dan menabulasi data, tetapi juga memroses dan menafsirkan informasi yang diperoleh. Pengembangan teori kemungkinan menambah luasnya statistik. Banyak data yang bisa diperkirakan secara tepat dengan distribusi probabilitas dan hasilnya digunakan untuk menganalisis data statistik.
Lalu, mengapa kedua pemimpin tadi sepertinya membenci statistik? Persoalannya bisa saja karena kecewa akibat kenyataan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dari sini muncul ketidakpercayaan terhadap analisis data statistik karena merasa dibohongi. Ambil contoh tingkat inflasi. Menurut Biro Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi bulan Juni 2004 sebesar 0,48%. Padahal, menurut hitungan kita, tingkat inflasi itu lebih tinggi karena nilai rupiah menurun terhadap dolar AS. Di sini mungkin kita lupa bahwa variabel penghitung inflasi antara BPS dan kita mungkin berbeda. Dengan begitu, hasilnya tentu saja berbeda.
Jadi, data statistik sebenarnya bukan membohongi kita. Yang terjadi, kita tidak sepandangan dalam "menafsirkan" data itu dengan si penyusun data.
Thursday, March 29, 2007
Nenek Pertama Pelaku Mati Syahid
Aku persembahkan jiwa raga ini untuk Allah. Aku berharap Allah dapat menerima amal ibadahku ini. Aku juga berkorban demi para tawanan Palestina. Selanjutnya aku sampaikan salam untuk Abul Abad (Haneya) dan Al-Dhaif (Komandan AL-Qossam).Perkataan terakhir inilah yang disampaikan Syahidah Hj Fatimah Al-Najjar (57 tahun). Ia mengakhiri hidupnya dengan pengorbanan dan kecintaan pada negerinya. Sebagaimana Ia telah menanamkan kecintaaan mati syahid pada anak-anaknya, beberapa saat sebelum ia betemu dengan Tuhannya, ketika ia meledakan dirinya di tengah serdadu Israel di Beth Hanon, Jalur Gaza.
Ummu Muhammad Fatimah Al-Najar adalah nenek pertama yang melakukan operasi mati syahid. Ia adalah salah satu sekian banyak dari para ibu yang sering kali menyaksikan pembantaian terhadap anak-anaknya, kehormatanya dirusak, rumahnya dihancurkan, pepohonannya ditumbangkan dibawah pantauan masyarakat dunia yang membisu.
Maka dengan keberanian yang membaja ia tampil membela negaranya dan mendahului para syuhada lainya.
Ummu Muhmmad teleh mengorbankan jiwa dan raganya di jalan Allah setelah sebelumnya ia serahkan rumahnya menjadi korban kemarahan serdadu Israel pada intifadhah yang lalu. Padahal rumah tersebut adalah tempat perlindungan para pengungsi Palestina yang diusir dari tanah airnya oleh Israel. Ia juga telah merelakan anak-anaknya menjadi tawanan mendekam di penjara-penjara Israel.
Dalam penuturannya Ummu Muhammad menyampaikan, operasi jihadnya ini adalah bagian kecil dari sejumlah operasi jihad lainya, yang akan segera dilakukan oleh para mujahid dan mujahidah Palestina. Tunggulah pembalasan Al-Qossam yang akan mengguncangkan wilayah kalian dengan idzin Allah. Jalur Gaza akan menjadi kuburan kalian, wahai para pengecut Israel.
Fatimah AL-Najar atau dikenal dengan nama Ummu Muhammad adalah ibu dari tujuh anak laki-laki dan dua anak perempuannya. Ia telah bergabung dengan barisan para pelaku syahid lainya. Ia telah mampu meluluhlantakan pengepungan Israel terhadap lebih dari 70 mujahid di Masjid Al-Nasher Beth Hanon.
Salah seorang anaknya menuturkan, ibunya selalu mengikuti aksi demo yang dilakukan oleh gerakan Hamas, disamping itu, ia juga ikut dalam berbagai kegiatan social lainya. Ia telah mendidik anak-anaknya untuk senantiasa berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Ia juga selelu berdo’a kepada Allah agar diberi kesempatan mati syahid.
Dalam salah satu pesan terakhirnya, Ummu Muhammad menyebutkan, dirinya telah menyerahkan jiwa dan raganya untuk Allah, Negeri Palestina dan Al-Aqsha.
Dan dalam rekaman yang disebarkan salah satu media Islam, Ummu Muhammad berkata, saya meminta kepada Allah agar dikumpulkan dengan para syuhada di Surga Naim. Aku juga berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada anak-anakku dan membimbingnya ke masjid. Aku meminta kepada keluargaku agar membagi-bagikan makanan ketika mendengar kabar kesyahidanku. Sampaikanlah salamku pada Abu Abdi, Isamel Haneya, perdana menteri Palestina dan Muhammad Al-Dhaif, komandan tingi Izzuddin al-Qossam dan kepada para syuhada lainya.
Dengan operasi jihadnya ini, Ummu Muhammad telah menciptakan legenda perlawanan yang dilakukan para wanita Palestina, dengan tekad keimananya yang sangat kuat melebihi semua tentara dan singgasana.
Dunia dan seisinya lebih kecil menurut pandanganya dari pada membiarkan negara tetap terjajah, warganya teraniaya oleh musuh Israel laknatullah.
Wednesday, March 21, 2007
RAHASIA PENULIS THE DA VINCI CODE
Hollywood. Di tengah jalan dia berubah pikiran, banting setir menjadi
novelis. Mirip kode-kode rahasia yang tersebar di buku superlarisnya,
The Da Vinci Code, jalan hidup Brown pun menyimpan banyak
rahasia. Inilah sebagian kisahnya, dinukil dari buku The Man
Behind The Da Vinci Code, karangan Lisa Rogak (dialihbahasakan
oleh Burhan Wirasubrata, diterbitkan oleh UFUK Press, Jakarta).

Susah mencari kata yang tepat untuk melukiskan sihir novel The
Da Vinci Code. Selain laris manis dan dipuja-puji, buku ini
juga menuai kontroversi di kalangan umat Katolik. Di luar kritik
pedas Vatikan, hampir selusin buku telah dibuat untuk menghujat,
mengritik, maupun sekadar membonceng popularitas Brown.
Sampai 2005, The Da Vinci Code sudah diterbitkan dalam
44 bahasa. Film layar lebarnya pun sedang diputar di bioskop-bioskop
di seluruh dunia, dengan Tom Hanks berperan sebagai Robert Langdon,
tokoh jagoan dalam novelnya.
Pada tahun pertama, novel The Da Vinci Code laku 6,5 juta
eksemplar (di Amerika Serikat saja), dan melonjak menjadi lebih
dari 10 juta eksemplar di penghujung tahun kedua.
Keberuntungan sang penulis tak berhenti sampai di situ. Sejak
"kode Da Vinci" meledak, penggemarnya mulai mencari tiga novel
Brown sebelumnya. St. Martin's Press (penerbit novel Digital
Fortress), Simon & Schuster (penerbit Angels & Demons
dan Deception Point), bak ketiban durian runtuh. Buku-buku
yang nyaris "masuk museum" itu tiba-tiba dipesan banyak orang,
bahkan merangsek masuk daftar buku laris (best seller).
Tak heran kalau dalam daftar 100 Selebritis 2005 versi Majalah
Forbes, Dan Brown sanggup menyeruak hingga posisi 12. Forbes
memperkirakan, doku di saku Brown kini tak kurang dari
AS $ 76,5 juta. Padahal, kalau saja penjualan The Da Vinci
Code tidak meledak di pasar, barangkali justru kepala Dan
Brown-lah yang bakal "meledak". Tiga novelnya terdahulu hanya
bertiras di bawah lumayan, sehingga kepiawaian Brown menjual kata-kata
mulai diragukan penerbit.
Beruntung, ia berhasil memecahkan "kode rahasia" Leonardo Da
Vinci di saat yang tepat.
siapa Brown
Selain kedua orangtuanya, Dan Brown menyebut istrinya, Blythe Newlon, sebagai orang paling berpengaruh dalam kehidupannya. Brown menggambarkan Blythe sebagai perempuan cerdas, lucu, kreatif, cantik, terbaik, dan tidak pernah membiarkannya gagal melakukan sesuatu. "Blythe juga bisa melukis dan memasak selagi aku menulis, rekaman, atau mengajar."
"Aku senang, Blythe mau ikut ke New Hampshire. Kami lalu menukar BMW dan Mercedes dengan beberapa sepeda gunung untuk kembali ke realitas sebelumnya. Aku tak sabar, dan merasa sudah benar-benar siap untuk berubah," kenang Brown. Selain menyukai musik, keduanya punya minat yang sama pada sejarah seni. Blythe juga tenaga humas yang handal. Ketika album-album Brown dikeluarkan, Blythe-lah yang mengatur promosi dan membuat janji wawancara dengan wartawan.
Brown juga tidak pernah melupakan jasa sobat-sobat lamanya semasa "susah" dulu. Semisal editor Jason Kaufman yang mengajaknya hijrah ke Doubleday. Atau pustakawan Stan Planton yang selalu setia membantu Brown memecahkan informasi-informasi dan kode-kode rumit.
Tak ketinggalan, dia juga "berterima kasih" pada orang-orang yang selama ini menjadikan The Da Vinci Code sebagai wacana kontroversi. Masuk dalam kategori ini, mereka yang membuat buku untuk mengomentari "kode Da Vinci" versi Brown, seperti Breaking the Da Vinci Code (karangan Darrell L. Bock), The Da Vinci Deception (Erwin W Lutzer), Cracking Da Vinci's Code (James L. Garlow dan Peter Jones), dan The Da Vinci Hoax (Sandra Miesel dan Carl Olson).
Brown bahkan sempat menunda penerbitan novel kelimanya, The Solomon Key, karena tidak ingin diserbu lagi oleh buku-buku sejenis. Dia tak sedang butuh uang atau popularitas, sehingga punya banyak kesempatan untuk memeriksa kembali naskah novel terbarunya, agar fakta-fakta yang disampaikan lebih terjaga. Dia ingin The Solomon Key 10 kali lebih teliti dari The Da Vinci Code.
Tuesday, March 20, 2007
say no to narkoba & temannya
lingkungan remaja dan pelajar khususnya, dan kalangan masyarakat umumnya sudah
sangat meresahkansemua pihak termasuk dunia pendidikan di negara kita. Akibat
dari penyalah gunaan narkoba dan zat adiktif serta minuman keras tersebut sangat
mengerikan dan membahayakan pada masa depan bangsa Indonesia di masa yang akan
datang.
Dalam kurun waktu tiga puluh empat tahun terakhir ini, yaitu sejak tahun
1969 di mana saat awal dalam penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif terlarang
mulai melanda dan populer di kalangan remaja, korban narkoba dan zat adiktif
terlarang lainnya sudah banyak berjatuhan. Dan kelihatannya semakin bertambah
dari tahun ke tahun. Bahkan di kota bandungmurid sekolah dasar (SD) mulai
mengenal narkoba dan zat adiktif yang diedarkan oleh sindikat narkotika dalam
bentuk permen dan gambar temple. Kenyataan ini merupakan peringatan keras bagi
para orang tua, guru, dan kita semua untuk bersama-sama menyelamatkan generasi
muda dari ancaman berbahaya dan serius.
penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif serta minuman keras dalam
bentuk tulisan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan remaja dengan
penyajian dan gaya bahasa yang mudah dipahami. Dengan demikian tingkat
pengetahuan dan wawasan kita akan bretambah.
Untuk memahami lebih lanjut bacalah makalah ini secara seksama. Semoga
kita dapat menghindari penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif serta minuman
keras demi kesehatan jasmani dan rohani untuk menyongsong masa depan lebih
gemilang.
Puluhan juta jiwa rakyat Indonesia masih menghisap rokok diantaranya dalam
usia muda.Bahkan akhir-akhir ini wanita perokok pun telah bertambah besar
jumlahnya.Sadarkah mereka mengapa merokok?Tahukah mereka kerugian-kerugian
merokok yang diakibatkan menghisap rokok?Dan pernahkah mereka mengetahui
jenis-jenis penyakit berbahaya apakah yang akan timbul karena akibat
merokok?Setiap kali saya melihat seseorang menyalakan rokok,setiap kali juga
saya melihat bahaya-bahaya yang yang akan di derita perokok itu nanti.
Oleh karena itu,saya membaca sebanyak-banyaknya buku dan artikel di Koran
yang ada kaitannya dengan rokok.Mengadakan observasi atas para perokok,serta
mengadakan wawancara dengan mereka yang telah terbiasa merokok.
NO
SMOKING !
ROKOK ADALAH ZAT ADIKTIF
merokok konon di perkenalkan oleh bangsa Indian di benua Amerika yang menjalar
hingga keseluruh pelosok dunia.Tidak ada satu bangsa pun di dunia ini yang
terbatas dari kebiasan menghisap rokok termasuk bangsa Indonesia.
- Prof.Stanson A.Glantz dari Universitas California pada tahun1995 mempublikasikan sebuah hasil penelitian
Britash American Tobacco (BAT),yang mengungkapkan bahwa nikotin membuat
seseorang menjadi ketagihan dan asap rokok dalam sebuah ruangan terbukti
membahayakan kesehatan orang-orang yang ada di dalamnya.
- Adisson Yeaman
dari perusahaan rokok Brown & Amp.Williamson (anak perusahan BAT)
bahwa nikotin itu adikif sehingga mereka dikelompokan kedalam bisnis penjual
nikotin sebagai obat yang adiktif.
- H.D.Steele dari perusahaan yang sama
Untuk kalangan internal perusahaan bahwa hanya sedikit sekali konsumen
yang menyadari akan efek nikotin itu adalah racun.
- Hubert H.Humprey III dari Ameriki Serikat,peraih
hadiah untuk makalah
Bebas tembakau 1999,berhasil menyibak dokumen-dokumen
internal industri rokok sejak tahun 1963,yang intinya membuktikan bahwa
nikotin itu benar-benar membuat orang kecanduan.
5. Claude Teuage,seorang
peneliti di prusahaan rokok RJ
Reynold Tobacco
Co.,pada tahun 1972 menulis sebuah memo berbunyi “Syukurlah bagi
indrustri tembakau,nikotin itu selain menimbulkan ketergantungan,juga untuk
variasi mekanisme fisiologisnya”.
Setelah
diteliti dan di selidiki oleh para ahli kesehatan ada 14 komponen kimia yang
membahayakan kesehatan dalam segumpal asap rokok.Bahkan terdapat lebih dari
4.000 senyawa kimia yang terdapat dalam asap rokok,yang dapat menyebabkan /menimbulkan
penyakit kanker paru,penyakit saluran pernafasan,jantung
koroner,asam,impoten,stroke,dan gangguan kehamilan.
Rokok sama
sekali tidak mendatangkan manfaat bagi seseorang.Akan tetapi,kebiasaan merokok
tetap digemari walaupun telah di ketehui bahwa hal tersebut dapat merusak
kesehatan.Kesadaran akan dampak negatif dari merokok tampaknya masih sangat
memprihatinkan sekali.Merokok bukan hanya merugikan perokok aktif saja,tetpi
juga akan berpengaruh bagi mereka yang tergolong perokok pasif,yang menghisap
asap rokok namun sama sekali tidak merokok.
Di Indonesia,
PP No.81/1999 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan dianggap sebagai suatu
kemajuan meskipun di tentang hebat
oleh kalangan industri rokok.Meskipun demikia,Indonesia termasuk tertinggal
dalam regulasi pembatasan merokok dan jaminan hak azasi bagi merekla yang tidak
merokok.
Oleh karena
itu,lingkungan di Indonesia menjadikan mereka yang tidak merokok ( perokok pasif
) mengalami penderitaan dan kerugian secara tidak langsung.
Laporan dari
WHO yang disiarkan pada hari Tanpa Tembakau pada tanggal 31 Mei 1999
memperlihatkan bahwa negara-negara seperti Thailand,Korea,Nepal,Sri Langka,dan
Myamar,telah melarang penayangan iklan promosi prouduk rokok,baik di media cetak
maupun elektronika.Bahkan pemerintah Korea secara rutin dikabarkan memberikan
penyuluhan intensif kepada anak-anak dan remaja tentang dampak dan bahaya
merokok.Di Singapura dan RRC,iklan rokok dilarang sama sekali dan kawasan tanpa
rokok dijaga secara ketat.Sementara
di Indonesia,meskipun ada PP No.81/1999 itu,bahkan cendrung memperlihatkan bahwa
pemerintah seperti membiarkan bahaya rokok melanda masyarakat luas,sedangkan di
kalagan para perokok itu sendiri kesadaran untuk berhenti merokok masih jauh
dari kenyataan dan harapan.
Beberapa tahun
terakhir,industri-industri rokok berskala internasional telah memindahkan
pasarnya kenegara –negara berkembangyang masih lemah regulasinya seperti
Indonesia.Oleh karena itu,Indonesia termasuk “surga” bagi kalangan industri
rokok internasional ersebut.
Di
Indonesia,kematian akibat merokok telah mencapai 57.000 kasus setiap tahunnya
atau dengan kata lain,setidak-tidaknya ada 156 jiwa yang melayang
setiap harinya.Sementara itu menurut WHO,tercatat sebanyak 3,5 juta orang
dalam setahun yang menemui kematian akibat kebiasaan merokok
atau dengan kata lain tercatat sebanyak 10.000 orang menemui kemetian
setiap harinya di dunia.Angka kematian akiba merokok di Indonesia tergolong ke
dalam kelompok yang cukup tinggi.Bahkan pertumbuhan perokok di Indonesia
merupakan yang tertinggi di dunia ( 44,1 persen pada periode tahun
1990-1997).Hanya saja kasus kematian sebagai akibat
merokok memang tidak terlalu diributkan.Padahal secara ekonomi,uang yang
“terbakar”sia-sia dari sector ini mencapai sekitar 12,6 trilyun rupia setiap
harinya.
Kebiasaan
merokok saat ini merupakan penyebab
kematian 10 persen penduduk dunia,artinya dari 10 orang penduduk dunia yang
mati,maka 1 orang diantaranya adalah akibat kebiasaan merokok.Pesan-pesan untuk
tidak merokok tidak berarti apabila ditujukan kepada perokok usia tua karena
memang tujuan utama menghindari dampak negatif
akibat merokok adalah bagi mereka yang masih berada pada usia
muda.Separuh dari semua perokok meninggal karena merokok dan seperempat di
antara mereka akan menemui ajalnya pada usia setengah baya.Perokok-perokok di
Kanada diperingatkan oleh
pemerintah mereka dengan kalimat,” Tidak berguna tapi mematikan.”
UNTUK TIDAK MEROKOK
Merokok yang
disertai aktifitas minum kopi yang mengandung kadar kafein tinggi justru
memperarah dan mempercepat munculnya berbagai penyakit yang di akibatkan oleh
rokok tersebut.Oleh Karena itu,para perokok harus berupaya untuk berhenti
merokok dan menerapkan gaya hidup sehat dengan tujuan agar dapat menikmatihari
tua secara produktif dan menghasilkan karya terbaik serta dapat beramal dan
beribadah kepada Allah swt.tanpa hambatan kesehatan.
Pada umumnya
para perokok yang ada di tengah masyarakat kita tidak jera dan tidak begitu
peduli terhadap ancaman bahaya rokok.Perokok aktif dan perokok pasif sama
berpotensi memikul dampak asap rokok dan hal ini sangatlah tidak adil.Berhenti
merokok adalah suatu pertanda sebuah kepedulian,selain terhadap kualitas hidup
sendiri,juga terhadap hak orang lain untuk menghirup udara segar tanpa polusi
asap rokok.
Perokok yang
ingin berhenti merokok tampaknya harus sepenuhnya sadar bahwa mereka akan
mengalami gejala –gejala seperti putus obat karena nikotin yang terkandung di
dalam rokok menyebabkan ketagihan.Tetapi,patut disadari pula bahwa gejala atau
kondisi putus obat tersebut tidak akan dengan sendirinya dengan catatan mereka
harus benar-benar berniat untuk
berhenti merokok.
Dalam agama
islam,segala sesuatu pekerjaan selalu dianjurkan untuk dimulai dengan niat.Niat
inilah sebenarnya yang menjadi modal utama untuk dapat menghentikan kebiasaan
merokok.Bagi seorang mukmin,berhenti merokok sebenarnya bukan masalah
yang terlalu berat meskipun dia seorang perokok berat.hal ini karena
sesungguhnya kita telah diajarkan untuk senantiasa berniat terlebih dahulu
sebelum melakukan sesuatu.
Friday, February 23, 2007
jamur (fungi)


Banyak jamur yang dapat dimakan. Dan memiliki nilai ekonomi.Disamping jamur yang dapat dimakan, ada pula yang tidak dapat dimakan karena mengandung racun. Umumnya racun itu bersifat alkaloid seperti:
- khlin
- muskarin
- falin
- atropin-jamur
- asam hervelat
dari hasil pengalaman dari berbagai teman dan para orang tua, jamur beracun dapat dikenali dari :
- warna tudung yang mencolok atau hitam.
- berbau mencolok ( atau busuk )
- memiliki bentuk yang aneh
- tumbuh pada tempat kotor
- dapat mengubah warna perak ( menjadi biru atau hitam )
- dapat mengubah warna nasi menjadi agak gelap
xxxxxxxxxx
Wednesday, February 14, 2007
Keajaiban Cinta (kick andy)
Kekuatan cinta kadang sulit diduga. Tetapi apa yang diperlihatkan Pak Tatang dan istrinya, mungkin sulit dipahami. Setelah guncangan bathinnya reda, dia menjenguk Asep di penjara sembari membawa makanan kesukaan Asep. "Saya dan keluarga sudah memaafkan dia. Ini mungkin takdir. Kami harus bisa menerimanya. Mungkin pemberian maaf tidak bisa membebaskan dia dari hukuman dunia, tapi kami berharap bisa membebaskan dia dari hukuman akherat."
Bentuk cinta kasih yang luar biasa juga diperlihatkan Iman Abdulah. Sepulang kerja dia menjumpai pemandangan yang tidak pernah terbayangkan seumur hidupnya. Tiga anak-anaknya tewas dibunuh sang istri.
Namun selama penyidikan hingga proses di pengadilan, Iman setia menemani Ani, istrinya. Pengadilan akhirnya memutuskan sang istri bebas karena menderita gangguan jiwa berat. "Dia mengaku membunuh anak-anak karena takut tidak bisa menjaga dan melindungi anak-anak. Takut kalau nanti anak-anak tidak bahagia," tutur Iman.
Dia mengaku sampai saat ini belum diijinkan bertemu istrinya yang masih dalam perawatan. "Saya akan tetap mendampingi dan mengasihi dia karena ini juga bentuk cinta saya pada yang di Atas," ujar Iman, yang saat tampil di Kick Andy masih tampak terguncang.
Bentuk cinta yang lain diperlihatkan Sariban dan Mang Ayi. Sariban setiap hari berkeliling kota Bandung dengan sepeda untuk mencabuti paku-paku bekas spanduk yang masih menancap di pohon. Dengan pengeras suara dia juga tak henti-henti mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan. Semua dia lakukan dengan ceria walau banyak yang menganggapnya gila.
Sementara Mang Ayi, tukang gorden, rela menyisihkan sebagian dari penghasilannya yang kecil untuk membeli buku. Jika tak ada uang dia bahkan rela menukarkan gorden dagangannya dengan buku. Hingga tak jarang lelaki periang ini harus berbohong pada sang istri.
Dengan modal buku itu, Mang Ayi mendirikan perpustakaan untuk anak-anak di desanya. "Hati saya tergerak ketika melihat ada anak yang menangis karena tidak mampu membeli buku pelajaran," ungkap Mang Ayi soal mengapa dia mau berkorban seperti itu.
Dengan cara mereka masing-masing, keempat tokoh yang tampil di Kick Andy, Kamis, 15 Februari 2007 pukul 22.30WIB, memperlihatkan cinta kasih yang luar biasa. Inilah keajaiban cinta. Happy Valentine.
Monday, February 12, 2007
laba-laba mendekor rumahnya
Itulah kesimpulan Todd Blackledge, ahli ekoloogi dari University of Californuia, Berkeley, seperti termuat dalam situs nature.com. Banyak laba-laba menghiasi jaring mereka dengan bentuk-bentuk halus yang tak terlihat mata yang disebut dengan stabilimenta. Stabilimenta ini terbuat dari "benang halus" yang mereka gunakan untuk menjebak mangsa. Bentuknya bisa garis, persilangan, lingkaran, atau spiral. Bentuk-bentuk ini berubah setiap harinya.
Laba-laba dengan jejaring yang berhias ini berburu sepanjang hari. Ia menetap di tengah-tengah jejaring. Inilah yang membuat peneliti berpikir bahwa stabilimenta adalah sebuah tanda visual atau semacam umpan. Akan tetapi bagaimana laba-laba mengirim sinyal dan ditujukan kepada siapa masih misterius.
Dari pengujiannya, Blackledge menemukan bahwa laba-laba Argiope aurantia asal Amerika yang memasang dekorasi stabilimenta lebih sedikit dimangsa lebah Sphecidae dibandingkan yang stabilimenta-nya dibuang. Lebah ini bisa mengganyang 30 laba-laba seharinya.
Blackledge belum mengerti bagaimana stabilimenta melindungi laba-laba. “Kecurigaan saya, stabilimenta ini berfungsi sebagai pengalih perhatian.” Dengan begitu, ada kesempatan bagi laba-laba untuk terjun bebas dari jejaringnya, menyelamatkan diri.
Peneliti lain menemukan fakta baru, stabilimenta justru bisa menarik mangsa. Matthew Bruce dari Macquarie University di Sydney menemukan bahwa jejaring berdekorasi buatan laba-laba Argiope Australia menarik lalat dan belalang yang suka memangsa si laba-laba.
Laba-laba yang kelaparan ternyata kurang mendekorasi jejaringnya, begitu temuannya. “Laba-laba memang berada pada posisi yang seimbang antara kehilangan mangsa dan risiko dimangsa,” kata Blackledge di depan International Congress of Behavioral Ecology di Montreal, Kanada, pertengahan bulan Juli 2002.
Laba-laba menyamarkan stabilimenta mereka sehingga sulit untuk dilihat. Untuk menguji ini, Blackledge melatih lebah untuk memangsa bunga buatan yang terbuat dari sutra stabilimenta dan sutra tarantula. Tarantula tidak mendekorasi jejaring mereka. Lebah itu langsung menuju madu bunga dari tarantula. Mereka kesulitan mencari bunga yang terbuat dari sutra berdekorasi
( sumber intisari )
Sunday, January 07, 2007
Monday, January 01, 2007
siapa saya
Monday, December 18, 2006
isi hati
ku tak lupa
walau di dimensi yang penuh sembilu
sepi dan hampa
pandangngan dingin menusuk
menatap senyum sinis
menoleh, menjawab ya
o... aku mau masuk
waktuku habis
masuk, merasa kecewa
bersih, putih salju
terurai, hitam legam
menertawakanku
sudut yang kelam
bukan di depan, belakang
bukan di atas, bawah
bukan di kanan, kiri
bukan di puja, bukan itu
bukan karna mu, aku
bukan oleh mu
bukan untuk mu
dari ku
uk paleg isis id
aigahab naka uka
<---------<-+@
Wednesday, November 15, 2006
Mengapa Prancis Sedemikian Khawatir terhadap Agama?

Prancis dan sejumlah negara lain terseret ke dalam perdebatan saat dua murid dikeluarkan dari sekolah karena mengenakan jilbab. Prancis memperluas larangan dan mengusulkan undang-undang yang melarang penggunaan pakaian dan lambang-lambang yang secara terbuka menampilkan jati diri agama. Selain jilbab, undang-undang ini juga berlaku bagi Salib agama Kristen dan topi yarmulke agama Yahudi. Undang-undang ini menyebabkan gelombang kecaman. Negara-negara muslim, Inggris, Amerika Serikat dan Jerman mengutuk undang-undang tersebut dan menekankan bahwa pemberlakuan undang-undang itu dapat menyebabkan ketegangan dan permusuhan di Prancis. Mereka juga menegaskan bahwa undang-undang itu bertentangan dengan kebebasan beragama dan hak asasi manusia. Tapi, sejauh ini, penentangan-penentangan itu tidak membuat pemerintah Prancis menarik keputusannya.
Kita tidak seharusnya menafsirkan apa yang terjadi di Prancis hanya sebagai larangan pada lambang-lambang keagamaan; ketakutan pemerintah Prancis terhadap agama dan ajaran agama berakar sejak dulu kala. Mereka yang sadar akan perkembangan budaya masyarakat serta hubungan antara gereja dan negara di Prancis akan paham bahwa langkah-langkah semacam ini dan perdebatan yang ditimbulkannya sangatlah dikenal dalam masyarakat Prancis. Terlebih lagi, ketakutan ini tidak hanya sebatas terhadap Islam dan Yahudi; kenangan tentang pembunuhan penganut Katolik selama Revolusi Prancis belumlah terhapuskan.
Pola hubungan gereja-negara di Prancis dibentuk melalui pertikaian, kebencian, kemarahan dan pembantaian. Perselisihan ini berawal di abad ke-8 melawan Gereja Katolik dengan tujuan mengurangi pengaruh Gereja terhadap masyarakat. Dapat kita katakan bahwa selama masa ini, masyarakat menjadi terjauhkan dari nilai-nilai ruhani dan agama dan berada di bawah pengaruh filsafat materialis.
Abad Pencerahan: Bagaimana Masyarakat Eropa Menjauh dari Nilai-Nilai Agama
Masa di mana gagasan-gagasan materialis dan evolusionis mendapatkan penerimaan secara luas dalam masyarakat Eropa, berpengaruh dalam menjauhkan masyarakat itu dari agama, dikenal sebagai Pencerahan. Tentu saja, orang-orang yang memilih kata ini (yaitu mereka yang menganggap perubahan pola pemikiran ini secara positif sebagai gerakan menuju cahaya) adalah para pemimpin penyimpangan ini. Mereka menggambarkan masa sebelumnya sebagai “Abad Kegelapan” dan menyalahkan agama sebagai penyebabnya, serta menegaskan bahwa Eropa mengalami pencerahan ketika disekulerkan [dibebaskan dari pengaruh agama] dan menjauhkan diri dari agama. Pandangan yang menyimpang dan tidak benar ini kini masih merupakan satu dari sarana propaganda mereka yang menentang agama.
Benar bahwa agama Kristen Abad Pertengahan sebagiannya “gelap” akibat takhayul dan sikap taklid buta, dan kebanyakan hal-hal ini telah dibersihkan pasca Abad Pertengahan. Bahkan kenyataannya, gerakan Pencerahan tidak pula membawa hasil bermanfaat bagi masyarakat Barat. Hasil terpenting Abad Pencerahan, yang muncul di Prancis, adalah Revolusi Prancis, yang mengubah negara itu menjadi lautan darah. Bagi sebagian besar cendekiawan Prancis, Abad Pencerahan berarti membersihkan pemikiran masyarakat dari setiap nilai agama dan ruhani. Hampir semua pemikir yang hidup di Prancis abad ke-18 sama-sama memiliki pandangan ini. Revolusi Prancis dibangun di atas gagasan Pencerahan ini yang paling berpengaruh di Prancis; yang merupakan salah satu revolusi modern paling biadab, kejam, dan mengerikan. Segera setelah kelompok Jacobin berkuasa pasca Revolusi Prancis, hal pertama yang mereka lakukan adalah pemberlakuan hukuman mati [penggal kepala] dengan pisau guillotine; ribuan orang kehilangan kepala mereka hanya karena mereka dituduh kaya atau taat beragama. Salah seorang pemimpin Revolusi Prancis bernama Fouché (nama julukannya adalah Penjagal dari Lyon) mengutus panitia yang dipimpin oleh 3 orang ke Lyon untuk membasmi kalangan bangsawan tuan tanah dan agamawan di sana. Dalam sebuah surat yang ia kirim kepada Robespierre, sang pemimpin Senat, Fouché menulis bahwa pisau guillotine bergerak terlalu lamban dan bahwa ia tidak puas dengan kemajuan revolusi yang lambat. Ia meminta izin untuk melakukan pembantaian besar-besaran. Di hari ia mendapatkan izin tersebut, ribuan orang dengan tangan terikat di belakang punggung mereka dibantai tanpa belas kasih oleh senapan-senapan revolusi.
Kini tulisan-tulisan yang terpengaruhi gagasan Pencerahan memuji Revolusi Prancis; padahal, Revolusi itu sangat merugikan Prancis dan menyebabkan perseteruan dalam masyarakat yang berlangsung hingga abad ke-21. Pengkajian tentang Revolusi Prancis dan Abad Pencerahan oleh pemikir terkenal Inggris, Edmund Burke, sangatlah penting. Dalam bukunya yang terkenal, Reflections on the Revolution in France [Renungan tentang Revolusi di Prancis], terbit tahun 1790, ia mengecam gagasan tentang Pencerahan sekaligus hasilnya, yakni Revolusi Prancis; menurut pendapatnya, gerakan itu menghancurkan nilai-nilai asasi yang menyatukan masyarakat, seperti agama, akhlak dan tatanan keluarga, serta membuka jalan bagi merajalelanya ketakutan dan kekacauan. Akhirnya, ia menganggap Pencerahan, sebagaimana diungkapkan seorang penafsir, sebagai suatu “gerakan pemikiran manusia yang bersifat merusak.
Pemimpin-pemimpin gerakan merusak ini adalah para Mason [anggota perkumpulan Freemasonry]. Voltaire, Diderot, Montesquieu, dan para pemikir anti-agama lainnya yang merekayasa jalan menuju Revolusi, seluruhnya adalah Mason. Kelompok Mason sangat dekat dengan kelompok Jacobin yang merupakan pemimpin Revolusi. Hal ini membuat sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa adalah sulit membedakan antara Jacobinisme dan Masonry di Prancis pada masa itu.
Selama Revolusi Prancis berlangsung, permusuhan besar ditujukan secara terang-terangan terhadap agama. Banyak pendeta dihukum penggal kepala dengan pisau guillotine, gereja-gereja dihancurkan, dan terlebih lagi, ada pihak-pihak yang ingin memberantas habis agama Kristen dan menggantinya dengan sebuah agama menyimpang, agama penyembah berhala, agama simbol yang disebut “Agama Akal.” Para pemimpin Revolusi juga menjadi korban kegilaan ini, masing-masing mereka akhirnya kehilangan kepala mereka sendiri oleh pisau guillotine, yang dengannya mereka sendiri telah menghukum begitu banyak orang. Bahkan saat ini, banyak orang Prancis yang terus mempertanyakan benar tidaknya Revolusi tersebut merupakan sesuatu hal yang baik.
Perasaan anti-agama dari Revolusi Prancis menyebar ke seantero Eropa dan, hasilnya, abad ke-19 menjadi salah satu babak propaganda anti-agama yang paling terbuka dan gencar.
Perang Melawan Agama di Prancis
Peran yang dimainkan kelompok Mason dalam Revolusi diakui oleh “agen provokator” bernama Count Cagliostro. Cagliostro ditangkap oleh Iquisition [lembaga pengadilan gereja Katolik Roma antara tahun 1232-1820] pada tahun 1789, dan membuat sejumlah pengakuan penting selama dimintai keterangan. Ia memulai dengan menyatakan bahwa para Mason di seluruh Eropa telah merencanakan serangkaian revolusi. Ia mengatakan bahwa tujuan utama kelompok Mason adalah menghancurkan Lembaga Kepausan atau mengambil alihnya.
Makar perkumpulan Masonry di Prancis tidak berhenti dengan Revolusi. Kekacauan yang muncul akibat Revolusi akhirnya dipadamkan saat Napoleon menduduki kekuasaan. Tapi, keadaan tenang ini tidak berlangsung lama; cita-cita Napoleon untuk berkuasa di seluruh Eropa hanya berujung pada akhir kekuasannya. Setelah itu, pertikaian di Prancis terus berlangsung antara pihak kerajaan dan pendukung Revolusi. Di tahun 1803, 1848, dan 1871, tiga revolusi lagi terjadi. Di tahun 1848, “Republik Kedua” didirikan; di tahun 1871, “Republik Ketiga” dibentuk. Di tahun 1881, Katolik tidak lagi menjadi agama resmi Prancis dan di tahun 1988 pelajaran agama dihilangkan sama sekali dari sistem pendidikan.
Kelompok Mason sangatlah giat selama masa pergolakan ini. Tujuan utama mereka adalah memperlemah Gereja dan lembaga-lembaga keagamaannya, menghancurkan nilai-nilai agama dan pengaruh hukum-hukum agama dalam masyarakat, dan menghapus pendidikan agama. Kelompok Mason memandang paham perlawanan terhadap kekuasaan kaum agamawan sebagai pusat gerakan sosial dan politik mereka.
The Catholic Encyclopedia [Ensiklopedia Katolik] memberikan keterangan penting tentang gerakan anti-agama dari Grand Orient, julukan bagi Masonry Prancis:
Dari surat-surat resmi Masonry Prancis yang dimuat terutama dalam “Buletin” dan “Laporan” resmi Grand Orient, telah dibuktikan bahwa seluruh kebijakan yang memusuhi kekuasaan kaum agamawan yang dikeluarkan di Parlemen Prancis telah diputuskan sebelumnya di pusa-pusat pertemuan kelompok Mason dan dilaksanakan di bawah arahan Grand Orient, yang bertujuan, sebagaimana dinyatakannya secara jelas, untuk mengendalikan setiap hal dan setiap orang di Prancis. “Saya telah mengatakan di majelis tahun 1898,” kata sang anggota dewan Massé, juru bicara resmi majelis tahun 1903, “bahwa adalah tugas terpenting Freemasonry untuk setiap hari terlibat lebih banyak dalam perjuangan politik dan anti-agama.” “Keberhasilan (dalam perang melawan kekeuasaan kaum pendeta) sebagian besarnya adalah berkat Freemasonry; sebab jiwanya, rencananya, caranyalah yang telah menang.” “Jika Blok ini telah didirikan, ini berkat Freemasonry dan berkat disiplin yang dipelajari di pusat-pusat pertemuan [Freemasonry]”… “Kita perlu waspada dan yang terpenting saling percaya, jika kita hendak menuntaskan kerja kita, yang sejauh ini belum selesai. Kerja ini, Anda tahu…perang melawan kekuasaan kaum pendeta, sedang berlangsung. Republik ini harus membersihkan diri dari lembaga-lembaga keagamaan, menyapu bersih mereka dengan satu hantaman keras. Perencanaan setengah-setengah di mana pun berbahaya; lawan harus dihancurkan dengan sekali pukul.
The Catholic Encyclopedia meneruskan paparan tentang peperangan Masonry Prancis melawan agama:
Sebenarnya seluruh pembaharuan Masonik “anti-kekuasaan kaum agamawan” yang dijalankan di Prancis sejak 1877, seperti penghapusan pengajaran agama dari pendidikan, kebijakan menentang sekolah-sekolah dan badan-badan kemanusiaan Kristen swasta, pelarangan dewan-dewan keagamaan dan penghancuran lembaga Gereja, diakui berpuncak pada perombakan anti-Kristen dan anti-agama terhadap masyarakat manusia, tidak hanya di Prancis tapi di seluruh dunia. Dengan demikian Freemasonry Prancis, sebagai pemimpin seluruh gerakan Freemasonry, seolah meresmikan masa keemasan republik universal Masonik, yang meliputi persaudaraan Masonik dari semua manusia dan seluruh bangsa. “Masa Kejayaan Galilean,“ kata presiden Grand Orient, Senator Delpech, pada tanggal 20 September 1902, “telah berlangsung selama 20 abad. Tapi kini gilirannya dia mati… Gereja Katolik Roma, yang didirikan di atas dongeng Galilean, mulai mengalami keruntuhan dengan cepat sejak hari didirikannya Kelompok Masonik.
“Galilean” yang dimaksud kelompok Mason adalah Yesus, karena menurut Injil, Yesus lahir di kota Galilee di Palestina. Karena itu, kebencian kelompok Mason terhadap Gereja adalah sebuah luapan kebencian mereka terhadap Yesus dan terhadap semua agama yang mengakui adanya satu Tuhan. Dengan budaya materialis, Darwinis dan humanis yang mereka bangun di abad ke-19, mereka yakin bahwa mereka telah menghancurkan agama dan menghidupkan kembali Eropa dalam bentuk paganisme pra-Kristen [yakni agama politeistik atau agama selain Kristen, Yahudi dan Islam].
Saat kata-kata ini diucapkan di tahun 1902, serangkaian undang-undang di Prancis memperluas ruang lingkup penentangan terhadap agama. Tiga ribu sekolah agama ditutup dan memberikan pelajaran agama apa pun di sekolah dilarang. Banyak pendeta ditangkap, sebagian di antaranya diasingkan dan orang-orang taat beragama mulai dianggap sebagai warga kelas dua. Karena alasan ini, di tahun 1904, Vatikan memutuskan seluruh hubungan kenegaraan dengan Prancis, tapi hal ini tidak mengubah sikap negara tersebut. Dibutuhkan korban ratusan ribu jiwa orang Prancis yang melawan tentara Jerman di Perang Dunia I sebelum keangkuhan negeri itu ditundukkan dan Prancis mengakui kembali pentingnya nilai-nilai agama.
Seperti dinyatakan The Catholic Encyclopedia, perang melawan agama, sejak Revolusi Prancis hingga abad ke-20, dilancarkan melalui “kebijakan-kebijakan anti-pendeta yang dikeluarkan Parlemen Prancis” yang “diputuskan sebelumnya di pusat-pusat pertemuan Masonik dan dilaksanakan di bawah arahan Grand Orient.” Fakta ini tampak jelas dari tulisan-tulisan Masonik. Misalnya, sebuah kutipan dari terbitan Turki berjudul "A Speech Made by Brother Gambetta on July 8 1875 in the Clémente Amitié Lodge" [Sebuah Pidato yang Disampaikan oleh Saudara Gambetta tanggal 8 Juli 1875, di Pusat Pertemuan Clémente Amitié] berbunyi:
Sementara bayangan ketakutan akan tindakan balasan mengancam Prancis, dan doktrin agama serta pemikiran terbelakang melancarkan serangan melawan prinsip dan hukum sosial modern, di tengah-tengah perkumpulan yang terampil, berpandangan ke depan seperti Masonry yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip persaudaraan, kita temukan kekuatan dan dukungan dalam perjuangan melawan kekuasaan Gereja yang kelewat batas, sikapnya yang dibesar-besarkan dan konyol serta tindakannya yang selalu berlebihan… kita wajib berjaga-jaga dan meneruskan perjuangan. Dalam rangka menegakkan gagasan tentang tatanan dan kemajuan manusia, mari kita bertahan agar perisai kita tidak dapat ditembus.
Dapat dicermati bahwa tulisan-tulisan Masonik senantiasa menampilkan gagasan-gagasan mereka sendiri sebagai “berpandangan jauh ke depan” sementara menuduh orang taat beragama sebagai “terbelakang”. Namun, ini hanyalah permainan kata-kata. Pendapat mengenai “bayangan ketakutan akan tindakan balasan”, yang disebutkan dalam kutipan di atas, adalah sesuatu yang juga ditentang oleh orang yang benar-benar taat beragama, tapi dimanfaatkan kelompok Mason untuk membidik agama yang benar dalam usaha mereka menjauhkan orang darinya. Selain itu, perlu ditegaskan kembali bahwa filsafat materialis-humanis yang dianut kalangan Mason sesungguhnya adalah takhayul, pola pemikiran terbelakang, warisan peradaban penyembah berhala Mesir Kuno dan Yunani Kuno.
Karenanya, penggunaan istilah seperti “berpandangan jauh ke depan” dan “terbelakang” oleh kelompok Mason dalam kenyataannya tidak memiliki dasar. Sungguh, hal tersebut tidak berdasar karena pertikaian antara kelompok Mason dan orang-orang taat beragama tidaklah lebih dari kelanjutan perseteruan antara dua pandangan yang telah ada sejak masa paling awal dari sejarah. Agamalah yang menyatakan yang pertama dari dua pandangan ini: bahwa umat manusia diciptakan dengan kehendak Tuhan dan bahwa umat manusia wajib menyembah-Nya. Inilah kebenaran itu. Pandangan yang berlawanan, yakni bahwa manusia tidak diciptakan, melainkan menjalani kehidupan yang tanpa makna dan tanpa tujuan, adalah yang dikemukakan oleh mereka yang mengingkari keberadaan Tuhan. Ketika dipahami secara benar, dapat ketahui bahwa penggunaan mereka akan istilah “terbelakang” dan “berpandangan jauh ke depan” tidaklah memiliki dasar.
Dengan memanfaatkan gagasan tentang “kemajuan”, kalangan Mason berupaya menghancurkan agama. "Catholic Encyclopedia" menyatakan:
Hal berikut dianggap sebagai cara-cara utama [gerakan freemasonry]:
(1) Menghancurkan sama sekali seluruh pengaruh Gereja dan agama terhadap masyarakat, yang secara licik dijuluki “clericalism” [“paham yang mendukung kekuasaan kaum agamawan”], melalui penekanan terbuka terhadap Gereja atau melalui sistem munafik dan menipu [yaitu] pemisahan antara Negara dan Gereja, dan sejauh mungkin, menghancurkan Gereja dan seluruh agama yang benar, yakni yang [bersumber dari] kekuatan di luar manusia, yang lebih dari sekedar aliran kebangsaan dan kemanusiaan yang tidak jelas;
(2) Mensekularisasi, melalui sistem “unsectarianism” [“ketidakfanatikan”] yang juga munafik dan menipu, seluruh kehidupan masyarakat dan pribadi dan, khususnya, pengajaran dan pendidikan umum. “Unsectarianism” [“ketidakfanatikan”] yang dimaksud oleh pihak Grand Orient adalah sectarianism [kefanatikan] yang anti-Katolik dan bahkan anti-Kristen, ateistik, positifistik [aliran filsafat empirisme yang lebih kuat], atau agnostik berbaju unsectarianism [ketidakfanatikan]. Kebebasan berpikir dan bernurani anak-anak haruslah dibangun secara tertata dan terencana dalam diri anak di sekolah dan dilindungi, sejauh mungkin, dari segala pengaruh yang membahayakan, tidak hanya dari Gereja dan para pendeta, tapi juga dari orang tua anak-anak itu sendiri, jika perlu, bahkan melalui paksaan jasmaniyah dan kejiwaan. Kelompok Grand Orient menganggapnya sebagai sebuah jalan yang mutlak diperlukan dan yang pasti tidak gagal menuju puncak berdirinya republik sosial universal.
Dapat dipahami bahwa Masonry telah melaksanakan sebuah rencana, dengan mengatasnamakan “pembebasan masyarakat”, yang tujuannya menghapuskan agama, sebuah rencana yang masih sedang dijalankan. Ini tidak boleh disalahartikan dengan sebuah tatanan yang mengupayakan hak bagi setiap warga negara dengan keyakinan agama apa pun untuk menjalankan agamanya secara bebas. Sebaliknya, tatanan yang dicita-citakan oleh Masonry adalah sesuatu yang berupa pencucian otak besar-besaran, yang dirancang untuk menghapus sama sekali agama dari masyarakat dan dari akal pikiran setiap orang dan, jika perlu, menindas para penganutnya.
AJARAN AGAMA ADALAH JALAN KELUAR DARI SEGALA KESULITAN
MASALAH UTAMANYA ADALAH KETIADAAN AGAMA
Kebijakan Prancis untuk menghapuskan agama bermula di abad ke-18 dan terus berlangsung selama tiga abad; hasilnya telah mengubah negeri itu menjadi sebuah bangsa yang takut terhadap agama, ajaran agama, dan orang-orang taat beragama. Dalam beberapa tahun belakangan, dan sebagai akibat dari berjalannya [kebijakan] ini, kalangan Muslim dan berbagai anggota perkumpulan keagamaan telah diserang. Akan tetapi, ketakutan ini tidaklah berdasar. Sebenarnya, bukanlah agama, namun ketiadaan agamalah yang seharusnya ditakuti. Ajaran agama membawa kedamaian, kebahagiaan, keadilan, dan sikap saling menghargai ke dalam masyarakat. Dalam masyarakat dengan kesadaran beragama yang kuat, tidak mungkin ada kekerasan, kemaksiatan, atau ketakutan. Dengan alasan ini, ketakutan Prancis terhadap agama tidak perlu ada. Dalam masyarakat di mana perang, pertikaian, kekerasan dan ketidakadilan merajalela, ajaran agama tidaklah ada.
Dalam masyarakat yang jauh dari agama, dapatlah dipastikan bahwa sebagian besar orang bersifat mementingkan diri sendiri, tidak adil dan kosong dari kebaikan akhlak. Hanya nilai-nilai agama yang menjamin kesempurnaan akhlak bagi masyarakat dan pribadi. Mereka yang beriman kepada Tuhan berperilaku penuh tanggung jawab, karena mereka hanya hidup untuk mendapatkan ridha Tuhan dan paham bahwa mereka akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan mereka. Karena takut kepada Tuhan, mereka dengan hati-hati menghindari perbuatan, sikap, perilaku buruk yang tidak disukai Tuhan. Sebuah masyarakat yang dipenuhi orang-orang semacam ini akan menjadi masyarakat yang tidak mengalami masalah-masalah sosial.
Sebaliknya, orang tak beriman, yang tidak mengakui bahwa ia pada akhirnya akan diberi pahala atau dihukum akibat amal perbuatannya, tidak akan memberi batasan atas perbuatan jahatnya. Walaupun menghindari bentuk perilaku tertentu yang tidak disukai masyarakat, banyak orang tidak ragu melakukan kejahatan lainnya saat mereka terdesak, terdorong, atau memiliki kesempatan.
Dalam masyarakat di mana tidak terdapat agama, orang rentan melakukan segala macam perbuatan tidak terpuji. Misalnya, seseorang yang taat beragama tidak akan pernah menerima suap, berjudi, merasa dengki, atau berbohong karena ia tahu bahwa ia harus bertanggung jawab atas semua perbuatan itu di akhirat. Namun, seseorang tak beragama cenderung mudah melakukan semua itu. Tidaklah cukup bagi seseorang berkata, “Saya tidaklah taat beragama tapi saya tidak menerima suap”, atau “Saya tidaklah taat beragama tapi saya tidak berjudi”, sebab orang yang tidak takut pada Tuhan dan tidak percaya bahwa ia akan memberikan pertanggungjawaban atas dirinya sendiri di akhirat mungkin akan melakukan salah satu perbuatan itu ketika kesempatan atau keadaannya berbeda. Seseorang yang berkata, “Saya tidak taat beragama tapi saya tidak berzina” mungkin saja melakukannya di suatu tempat di mana perzinahan dianggap wajar. Atau seseorang yang berkata bahwa ia tidak menerima suap mungkin berkata, “Anak saya sakit dan hampir meninggal, karena itu saya harus menerima suap”, jika ia tidak takut pada Tuhan.
Sebaliknya, orang taat beragama tidak melakukan kenistaan serupa itu, karena ia takut pada Tuhan dan ia tidak lalai bahwa Tuhan mengetahui niatnya dan juga pikirannya.
Seseorang yang jauh dari agama mungkin berkata, “Saya tidak taat beragama tapi saya pemaaf. Saya tidak merasa dendam atau benci,” tapi suatu hari peristiwa tak diinginkan mungkin saja menyebabkannya kehilangan kendali-diri dan melakukan tindakan yang paling tidak diharapkan. Ia mungkin saja berupaya membunuh atau melukai seseorang, karena acuan perilaku yang ia pegang dapat berubah menurut lingkungan dan keadaan tempat di mana ia tinggal.
Akan tetapi, seseorang yang beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir tidak pernah menyimpang dari akhlak baiknya, apa pun keadaan atau lingkungannya. Akhlaknya tidaklah “berubah-ubah” namun tegar. Allah merujuk tentang akhlak mulia orang-orang taat beragama dalam ayat-ayat-Nya:
(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (QS. Ar Ra’d, 13:20-22)
Dalam lingkungan tanpa agama, gagasan pertama yang akan terhapuskan adalah keluarga. Nilai-nilai seperti kesetiaan, ketaatan, kepatuhan, cinta, dan penghargaan, yang menopang keluarga, benar-benar ditinggalkan. Harus diingat bahwa keluarga adalah pondasi masyarakat dan jika keluarga runtuh, runtuh pulalah masyarakat. Bahkan negara tidak memiliki alasan untuk tetap ada, karena seluruh nilai moral yang menopang negara telah lenyap.
Lagipula, dalam masyarakat tak beragama, tidak ada lagi alasan bagi seseorang untuk memiliki rasa hormat, cinta atau kasih sayang terhadap orang lain. Hal ini mengarah pada kekacauan hubungan antar-manusia. Si kaya membenci si miskin, si miskin dengki terhadap si kaya. Kemarahan muncul terhadap mereka yang cacat atau miskin. Atau serangan terhadap bangsa-bangsa lain meningkat. Karyawan berselisih dengan majikan mereka dan majikan bersengketa dengan para karyawannya, ayah memusuhi anak dan anak memusuhi ayah.
Penyebab pertumpahan darah yang terus-menerus dan “berita halaman tiga” di koran-koran adalah ketiadaan agama. Di halaman-halaman itu, setiap hari, kita melihat liputan berita tentang orang-orang yang tanpa pikir panjang saling membunuh karena alasan sangat sepele.
Sebaliknya, orang yang paham bahwa ia akan dihisab di akhirat tidak akan menodongkan senjata ke kepala orang lain dan menembaknya. Ia tahu bahwa Tuhan melarang manusia melakukan kejahatan, dan rasa takutnya pada Tuhan memastikan bahwa ia akan menghindarkan diri dari azab ilahi. Dalam Alquran, Allah memerintahkan manusia menghindar dari berbuat kerusakan.
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al A’raaf, 7:56)
Keberadaan nilai-nilai agama memunculkan perasaan cinta karena Tuhan. Rasa cinta ini memiliki pengaruh yang luar biasa baik dan bermanfaat bagi semua orang. Untuk mendapatkan ridha Tuhan, orang beriman menghibur diri mereka sendiri dengan cara yang paling mulia, dan saling mencintai dan menghormati. Secara umum, belas kasih, sikap menghargai dan rasa kasih sayang meliputi masyarakat.
Dilingkupi rasa takut pada Tuhan, orang sama sekali menghindar dari menjerumuskan diri dalam perbuatan bejat atau jahat. Dengan cara ini, setiap jenis kejahatan yang sebelumnya tidak mampu dicegah berhenti seketika. Jiwa dan semangat agama melingkupi sekeliling.
Dalam masyarakat di mana agama tidak merasuk, sudah menjadi fakta yang diakui bahwa orang menjadi bersifat berontak dan membangkang serta mengambil sikap memusuhi negara mereka. Sebaliknya, bagi seseorang yang hidup mengikuti ajaran agama, perintah negara sangatlah penting. Jika diperlukan, seseorang akan mengorbankan hidupnya demi nilai-nilai ini. Bagi orang seperti itu, kepentingan negerinya selalu berada di atas kepentingan pribadinya. Mereka mempertahankan nilai-nilai agama dan melakukan yang terbaik untuk membelanya.
Dalam keadaan yang sedemikian mendukung, memerintah negara menjadi sangat mudah. Negara menjadi tempat yang aman dan makmur. Para penyelenggara negara memperlakukan warga negaranya dengan adil dan lembut sehingga perlakuan tidak adil pun berhenti. Sebagai imbalannya, mereka dihormati oleh warga negara itu. Negara-negara seperti itu sudah pasti meletakkan dasar mereka di atas pondasi yang tak tergoyahkan.
Dengan ketiadaan akhlak Islami, ayah menjadi musuh anaknya, dan sebaliknya, sesama saudara berselisih, majikan menindas karyawan. Pabrik dan perusahaan berhenti menjalankan usaha akibat kekacauan dan si kaya memeras keringat si miskin. Di dunia dagang, orang mencoba saling berbuat curang. Kekacauan, pertikaian dan kekerasan menjadi jalan hidup bagi anggota masyarakat. Alasan semua ini adalah karena orang tidak memiliki rasa takut pada Tuhan. Orang yang tidak takut pada Tuhan merasa bebas bertindak tidak adil, dan tidak ragu mengambil jalan paling keras dan kejam, bahkan membunuh. Terlebih lagi, tanpa merasa bersalah, mereka berani secara terbuka mengungkapkan ketiadaan penyesalan mereka. Sebaliknya, seseorang yang yakin bahwa ia akan menghadapi siksa abadi di neraka tidak akan pernah melakukan tindakan seperti itu. Ajaran Alquran menihilkan semua perbuatan tidak baik semacam itu. Semuanya diselesaikan secara sederhana, tenang dan dengan cara terbaik. Kesalahan putusan hukum tidak terjadi dan, sementara itu, kantor polisi dan pengadilan sulit menemukan kasus yang harus ditangani.
Pikiran damai dan tenang orang-orang di seluruh segi kehidupan membawa kemakmuran kepada seluruh masyarakat. Penelitian ilmiah berkembang, tak satu pun hari berganti tanpa adanya penemuan baru atau terobosan teknologi dan hasilnya dimanfaatkan untuk kebaikan bersama. Kebudayaan berkembang dan para pemimpin bekerja untuk kesejahteraan rakyat. Kemakmuran ini ada berkat pikiran manusia yang terbebaskan dari tekanan. Ketika pikiran tenang, seseorang dapat mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih baik dan keadaan ini memperbesar ruang lingkup berpikir. Hasilnya adalah pemanfaatan kemampuan berpikir yang jernih dan tidak terbelenggu. Hidup dengan pijakan akhlak yang baik membawa kemakmuran bagi masyarakat; mereka berhasil dalam kegiatan bisnis dan dagang mereka. Pertanian dan industri berkembang. Di seluruh bidang usaha, terdapat kemajuan yang nyata.
Jalan keluarnya sudah jelas: kembali kepada Tuhan, Pencipta segala sesuatu, dan mencapai kebahagiaan dan kedamaian hakiki dengan berpegang pada agama yang Tuhan ridhai untuk kita. Tuhan telah memberitahu kita bahwa keselamatan di dunia ini adalah dengan kembali kepada agama dan telah memberi kabar gembira bahwa hamba-hamba-Nya yang ikhlas tidak akan merasa takut, selama mereka patuh pada-Nya.
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An Nuur, 24:55)
Karena itu, dengan semua alasan yang sudah kami paparkan di atas, masyarakat Prancis harus mencari jalan keluar bukan dengan ketiadaan agama tapi dengan penerapan ajaran agama.Jalan keluar dari persengketaan yang berkembang, kekerasan yang meningkat dan ketimpangan ekonomi tidaklah terletak pada pembuangan agama; bahkan sebaliknya: harus dicari dengan upaya menyebarluaskan ajaran agama. Ketika suatu bangsa takut pada Tuhan, bertindak mengikuti hati nuraninya dan memperlihatkan rasa sayang, belas kasih dan sikap menghargai, tidak ada keraguan bahwa hal itu akan dengan mudah memberantas kekejaman dan kebobrokan dalam masyarakatnya.
1- Pocock, in; Edmund Burke, Reflections on the Revolution in France , ed. J. G. A. Pocock, Indianapolis: Hackett Publishing Company, 1987, h. 33-38.
2- Compterendu Gr. Or., 1903, Nourrisson, "Les Jacobins", 266-271; The Catholic Encyclopedia , "Masonry (Freemasonry)", New Advent, http://www.newadvent.org/cathen/09771a.htm
3- The Catholic Encyclopedia , "Masonry (Freemasonry)," New Advent, (http://www.newadvent.org/cathen/09771a.htm)
4- The Catholic Encyclopedia , "Masonry (Freemasonry)," New Advent, (http://www.newadvent.org/cathen/09771a.htm#VIII)
5- Nur Safa Tekyeliban, "Taassuba Karsi Mucadele" (Struggle Against Bigotry): From the Speech of Brother Gambetta made on July 8, 1875 in Clémente Amitié Lodge," Dogus Kolu Yilligi: Ankara Dogus Mahfili Çalismalari (Dogus Branch Yearbook: Ankara Dogus Society Studies) , 1962, Kardes Press, Ankara, 1963, h. 19
6- The Catholic Encyclopedia , "Masonry (Freemasonry)," New Advent, (http://www.newadvent.org/cathen/09771a.htm)
teknologi desain

Kemampuan menciptakan dari ketiadaan, tanpa contoh dan tanpa awal hanyalah milik Allah semata. Bahkan manusia, sang perancang aneka teknologi itu sendiri adalah salah satu ciptaan-Nya yang mengagumkan. Allah telah menciptakan seluruh makhluk-Nya termasuk manusia dari ketiadaan dan menganugerahi manusia keahlian merancang.
Dalam banyak hal yang kita anggap adalah hasil rancangan manusia, ternyata sudah ada contohnya di alam. Bentuk-bentuk dan produk-produk teknologi yang muncul melalui penelitian tahun demi tahun, telah ada padanannya di alam sejak jutaan tahun sebelumnya. Padanannya di alam ini selalu jauh lebih canggih dan sempurna. Sadar akan kenyataan tersebut, para perancang, arsitek, dan ilmuwan memilih untuk mengikuti sifat-sifat yang dicontohkan pada ciptaan Allah dalam merancang produk baru.
Di bidang arsitektur, bangunan yang dirancang meniru makhluk hidup di alam kini merupakan fenomena baru, sehingga dikenallah istilah “Zoomorphic” atau arsitektur meniru binatang. “Zoomorphic adalah perpaduan antara arsitektur dan biology”, menurut Hugh Aldersey-Williams, kepala museum Victoria and Albert di London, Inggrism, yang beberapa waktu lalu mengadakan pameran tentang zoomorphic. Sejumlah bangunan yang terilhami binatang telah dididrikan, di antaranya meniru bentuk burung, ikan, udang, paus, atau bentuk-bentuk biologis seperti tulang, iga, dan mata serangga. Salah satu contohnya adalah stasiun kereta api di Prancis.
Tidak hanya arsitek yang memanfaatkan pengkajian terhadap penciptaan. Para insinyur yang mengembangkan teknologi robot juga meneliti serangga sebagai sumber ilham. Robot yang dibangun berdasarkan kaki serangga terbukti dapat berdiri dengan keseimbangan yang lebih baik. Ketika bantalan penghisap dipasangkan pada kaki-kaki robot ini, mereka mampu memanjat dinding layaknya seekor lalat. Suatu robot yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan Jepang mampu berjalan di langit-langit layaknya serangga. Perusahaan tersebut menggunakan robot ini untuk memeriksa bagian bawah jembatan dengan menggunakan sensor yang ditempelkan ke badannya.
Angkatan bersenjata Amerika diketahui meneliti mesin-mesin yang amat kecil (mesin mikro) sejak lama. Menurut Professor Johannes Smith, suatu motor yang berukuran kurang dari 1 milimeter mampu menggerakkan suatu robot seukuran semut. Robot seperti ini sedang dipertimbangkan untuk digunakan sebagai pasukan kecil yang terdiri atas robot-robot yang menyerupai semut untuk menembus dari balik pertahanan lawan tanpa diketahui dan merusak mesin-mesin jet, radar dan pusat komputer. Dua perusahaan industri terbesar di Jepang, Mitsubishi dan Matsushita, telah mengambil langkah awal untuk bekerja sama dalam bidang tersebut. Hasil dari kerjasama tersebut adalah robot yang amat kecil dengan berat 0,42 gram dan berjalan dengan kecepatan 4 meter per menit.
Karya arsitektur hebat dan rancangan robot-robot ini adalah hasil gagasan dan kerja para perancang dan pakar jenius. Lantas kecerdasan macam apakah yang menghasilkan karya berupa binatang yang mengilhami karya mereka? Tentu saja, ilmu pengetahuan dan kekuasaan tak terbatas milik Allah-lah yang berada di balik penciptaan binatang, termasuk manusia yang mengambil contoh dari binatang itu. Allah mengajarkan kesempurnaan desain dan rancangan ciptaan-Nya untuk ditiru manusia, sekaligus agar manusia memahami kebesaran Sang Pencipta.
Saturday, November 11, 2006
Un tsunami (dalam bahasa prancis)
Caractéristiques Il y a une idée fausse commune que les tsunamis se comportent comme les vagues éoliennes ou gonfle (avec de l'air derrière elles, comme en cela 19ème gravure sur bois célébrée de siècle par Hokusai). En fait, un tsunami mieux est compris comme nouveau et soudainement plus élevé niveau de la mer, qui se manifeste comme étagère ou étagères de l'eau. Le principal bord d'un tsunami ressemble superficiellement à une vague de rupture mais se comporte différemment : l'élévation rapide du niveau de la mer, combiné avec le poids et la pression de l'océan derrière elle, a une force bien plus grande. Souvent désigné sous le nom des vagues de marée , un tsunami ne ressemble pas à l'impression populaire d'une vague normale seulement beaucoup plus grande. Au lieu de cela il semble plutôt comme une marée onrushing sans fin autour de la laquelle force sa manière et par n'importe quel obstacle. La majeure partie des dommages est provoquée par la masse énorme de l'eau derrière le front d'onde initial, car la taille de la mer continue à monter rapidement et inonde puissant dans le secteur côtier. Le poids fin de l'eau est assez pour pulvériser des objets dans son chemin, souvent ramenant des bâtiments à leurs bases et récurant la terre exposée à la roche en place. De grands objets tels que des bateaux et des rochers peuvent être portés plusieurs milles intérieurs avant que le tsunami s'abaisse. L'acte de Tsunamis très différemment de la vague déferlante typique gonfle : ils contiennent l'immense énergie, propagation aux vitesses élevées et peuvent voyager de grandes distances transport-océaniques avec peu de déperdition d'énergie globale. Un tsunami peut causer des milliers de dommages de kilomètres de son origine, tellement il peut y avoir plusieurs heures entre sa création et son impact sur une côte, l'arrivée longtemps après la vague séismique produite par l'événement de commencement arrive. Bien que la perte totale ou totale de l'énergie soit petite, toute l'énergie est répartie une plus grande et plus grande circonférence pendant que la vague voyage. L'énergie par mètre linéaire dans la vague est proportionnelle à l'inverse de la distance de la source. citation requise (en d'autres termes, elle diminue linéairement avec la distance.) c'est l'équivalent bidimensionnel de la loi carrée inverse, qui est suivie des vagues qui propagent dans trois dimensions (dans une sphère au lieu d'un cercle). Un événement simple de tsunami peut impliquer une série de vagues des tailles variables ; ainsi l'ensemble de vagues s'appelle un train. Dans l'eau ouverte, les tsunamis ont les périodes extrêmement longues (l'heure pour le prochain dessus de vague de passer un point après le précédent), des minutes aux heures, et les longues longueurs d'onde de jusqu'à plusieurs centaines de kilomètres. C'est très différent des bosses vent-produites typiques sur l'océan, qui pourrait avoir une période d'environ 10 secondes et une longueur d'onde de 160 mètres. La taille d'une vague de tsunami dans l'eau ouverte est souvent moins d'un mètre, et la taille est répartie la longueur d'onde du tsunami qui est des kilomètres multiples. C'est unnoticeable pour peuple sur des bateaux dans d'eau profonde. Puisqu'il a une si grande longueur d'onde, l'énergie d'un tsunami mobilise la colonne entière de l'eau vers le bas au fond marin. La surface typique d'océan ondule dans le mouvement d'eau profonde de l'eau de cause à une profondeur égale à la moitié de leur longueur d'onde. Ce les moyens, mouvement de vague de surface d'océan atteindront seulement vers le bas à une profondeur de quelque 100 m ou de moins. Tsunamis, en revanche se comportent comme l'eau peu profonde ondule dans l'océan profond. Puisqu'un Tsunami se comporte comme une vague peu profonde de l'eau, sa vitesse est basée sur la profondeur de l'eau. Typiquement, une vague de tsunami voyagera à travers un océan profond à une vitesse moyenne de 400 à 500 Mph. Car la vague n'approche la terre, les shallows de mer et les voyages de vague de tsunami plus en tant que rapidement, ainsi lui commence la collision ; le front des ondes devient plus raide et plus grand, et il y a moins de distance entre les crêtes. Tandis qu'une personne sur la surface de d'eau profonde n'égaliserait probablement pas la notification le tsunami, la vague peut grimper jusqu'à une taille de six histoires ou de plus pendant qu'elle approche le littoral et se comprime. Le processus de augmentation est analogue à fendre d'un fouet conique. Pendant qu'une vague descend le fouet de la poignée pour incliner, la même énergie est déposée en de moins en moins matériel, qui se déplace alors plus violemment pendant qu'il reçoit cette énergie. Une vague devient une vague de la peu profond-eau quand le rapport à la profondeur de l'eau de sa longueur d'onde devient très petit, et puisqu'un tsunami a une longueur d'onde extrêmement grande (centaines de kilomètres), agir de tsunamis comme une vague de la peu profond-eau même dans l'eau océanique profonde. les vagues de la Peu profond-eau se déplacent à une vitesse qui est égale à la racine carrée du produit de l'accélération de la pesanteur (9.8 m/s2) et de la profondeur de l'eau. Par exemple, dans l'océan pacifique, où la profondeur typique de l'eau est environ 4000 m, voyages d'un tsunami à environ 200 m/s (720 km/h ou 450 mi/h) avec peu de déperdition d'énergie, même longues distances d'excédent. À une profondeur de l'eau de 40 m, la vitesse serait 20 m/s (environ 72 km/h ou 45 mi/h), qui est beaucoup plus lente que la vitesse dans l'océan ouvert mais il était toujours difficile dépasser la vague. La propagation de Tsunamis à l'extérieur de leur source, ainsi les côtes dans la ombre des masses affectées de terre sont habituellement assez sûres. Cependant, les vagues de tsunami peuvent se diffracter autour des masses de terre (suivant les indications de cette animation de tsunami de l'Océan Indien comme vagues atteindre le Sri Lanka et l'Inde méridionaux). Il n'est également pas nécessaire qu'elles soient symétriques ; les vagues de tsunami peuvent être beaucoup plus fortes dans une direction que des autres, selon la nature de la source et de la géographie environnante.
Friday, November 10, 2006
gagak hitam

oya tulisan yang dibawah ini bukan salah ketik tapi ditulis dalam berbagai bahasa...
Sunday, October 29, 2006
Democratisch
Wir nennen ein politisches System demokratisch, wenn es das freie formulatiaon der politischen Präferenzen, durch den Gebrauch der grundlegenden freedoms der Verbindung, der Informationen und des commonication erlaubt, für freecompetition. Zwischen den leanders, zum in regelmäßigem Abstand mit nicht-heftigen Mitteln ihres Anspruches zu validieren anzuordnen, tut ein demokratisches System dies, ohne irgendein effetive politisches Büro von dieser Konkurrenz des Untersagens aller möglicher Mitglieder der politischen Gemeinschaft das Ausdrücken von von ther Präferenz auszuschließen durch die Normen, welche die Gewaltanwendung reguiring sind, sie zu erzwingen.
italian;
Denomineremo un sistema politico democratico quando permette il formulatiaon libero delle preferenze politiche, con l'uso dei freedoms di base dell'associazione, delle informazioni e del commonication, a scopo del freecompetition. Fra i leanders per convalidare all'intervallo normale attraverso i mezzi non-violenti il loro reclamo per regolare, un sistema democratico fa questo senza escludere alcun ufficio politico effetive da quella concorrenza di proibire tutti i membri della Comunità politica dall'esprimere la preferenza del ther dalle norme che reguiring l'uso di forza farle rispettare.
Greek;
Θα καλέσουμε ένα πολιτικό σύστημα δημοκρατικό όταν επιτρέπει το ελεύθερο formulatiaon των πολιτικών προτιμήσεων, μέσω της χρήσης των βασικών ελευθεριών του συνδικαλίζεσθαι, των πληροφοριών και του commonication, με σκοπό το freecompetition. Μεταξύ των leanders για να επικυρώσει σε τακτό χρονικό διάστημα με τα μη βίαια μέσα η αξίωσή τους που κυβερνά, ένα δημοκρατικό σύστημα κάνει αυτό χωρίς αποκλεισμό οποιουδήποτε effetive πολιτικού γραφείου από εκείνο τον ανταγωνισμό της απαγόρευσης οποιωνδήποτε μελών της πολιτικής κοινότητας από την έκφραση ther της προτίμησης από τους κανόνες poy η χρήση της δύναμης για να τους επιβάλει.
French;
Nous appellerons un système politique démocratique quand il permet le formulatiaon libre des préférences politiques, par l'utilisation des freedoms de base d'association, d'information et de commonication, afin du freecompetition. Entre les leanders pour valider à l'intervalle régulier par des moyens non-violents leur réclamation de régner, un système démocratique fait ceci sans exclure n'importe quel bureau politique effetive de cette concurrence d'interdire tous les membres de la communauté politique d'exprimer la préférence de ther par des normes reguiring l'utilisation de la force de les imposer.
Thursday, September 07, 2006
maaf
Tuesday, August 29, 2006
Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad saw. juga dinilai telah berhasil mengemban amanat sebagai nabi dan rasul Allah, meyakinkan umat sampai akhir zaman bahwa agama Islam adalah agama untuk seluruh manusia (Al-A'raf 156) serta rahmatan lil 'alamin/rahmat bagi seluruh alam (A-Anbiya 107). Kini tiga belas abad setelah wafatnya, agama Islam dengan kitab suci Alquran serta sepak terjang beliau sebagai sunahnya telah menjadi keyakinan, pedoman dan pegangan hidup sebagian besar umat di dunia.
Penghargaan dan penghormatan seorang H. Hart terhadap keberadaan Nabi Muhammad saw. yang dalam literasi Islam diyakini sebagai Rasulullah serta nabi dan rasul terakhir/penutup atau khataman nabiyyin (Al-Ahzab 40, Al-Fath 29) juga merupakan kewajiban seluruh umat Islam dalam berbagai dimensi waktu masa lalu, masa kini maupun masa mendatang mengingat Nabi Muhammad saw. diyakini perilaku kehidupannya adalah contoh teladan yang baik/uswatun hasanah (Al-Ahzab 21), berakhlak mulia (Al-Qolam 4) serta bersih dari dosa dan kesalahan (Al-Fath 2).
Menurut Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (1982) seperti juga pendapat H. Hart, Muhammad lahir pada tahun Tahun Gajah (570 Masehi), sedang menurut Dr. Miftah Faridl (1982) kelahiran Muhammad adalah hari Senin 12 Rabi'ul Awwal atau 20 April 571 M. Ia lahir di kota Mekah di rumah kakeknya Abdul Muttalib, letak kota Mekah berada di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan.
Allah SWT telah merencanakan sesuatu untuk Nabi Muhammad saw. jauh sebelum kelahiran beliau, bahkan nabi-nabi sebelumnya telah pernah diangkat janjinya untuk percaya akan datangnya seorang rasul (Ali Imran 81).
Tanda-tanda lain menurut Quraish Shihab (1999) terlihat pula dari bulan lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabiul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah), ibunya Aminah (yang memberi rasa aman), kakeknya Abdul Muthalib bergelar Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu melahirkan bernama Asy-Syifa' (yang sempurna dan sehat) serta yang menyusukannya adalah Halimah As-Sa'diyah (yang lapang dada dan mujur), semuanya mengisyaratkan keistimewaan serta berkaitan erat dengan kepribadian Nabi Muhammad saw.
Halimah binti Abi-Dhua'ib sendiri adalah seorang wanita dari keluarga Sa'd yang menyusui Muhammad hingga usia dua tahun. Atas kehendak ibunya Aminah, Muhammad tinggal pada keluarga Sa'd di pedalaman Sahara dalam pengasuhan Halimah sampai usia lima tahun. Bagi Halimah sendiri keberadaan Muhammad di lingkungan keluarganya telah memberinya berkah pada kehidupannya. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunya pun bertambah. Allah SWT telah memberkahi semua yang ada padanya.
Muhammad lahir dalam keadaan yatim dari keluarga yang sederhana, peninggalan ayahnya Abdullah sesudah wafat hanyalah lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan yaitu Umm Aiman, yang kemudian menjadi pengasuh Nabi, semuanya menggambarkan bahwa keluarga Muhammad bukan keluarga yang kaya, tapi bukan pula keluarga yang miskin. Allah SWT kemudian memberinya hidup berkecukupan, khususnya menjelang dan saat hidup berumah tangga dengan istrinya, Khadijah a.s. sebagaimana firman-Nya, Bukankah Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu, dan Dia mendapatimu bimbang, lalu Dia memberi petunjuk kepadamu, dan Dia mendapatimu dalam kedaan kekurangan, lalu memberimu kecukupan (Q.S. Ad-Dhuha: 6-8).
Kebimbangan dan keraguan beliau digambarkan dalam Alquran manakala ia sendiri tidak pernah menduga akan mendapat tugas mulia dari Allah SWT harus menjalankan tugas sebagai nabi (penyampai berita) pada usia 40 tahun yang disebutkan dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 sebagai usia kesempurnaan, ditandai dengan turunnya wahyu pertama Iqro' bismi Rabbik.
Selanjutnya dengan petunjuk dan bimbingan Allah SWT melalui wahyu-Nya atas perantaraan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad saw. menjalankan tugasnya sesuai perintah Allah SWT yakni menyampaikan ajaran Islam, bukan saja untuk masyarakat dan waktu tertentu, tetapi untuk seluruh manusia di setiap waktu dan tempat, sebagaimana firman-Nya, Katakanlah (hai Muhammad), wahai seluruh manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu semua. (Al-A'raf 158).
Muhammad di dalam Alkitab?
Tidakkah Kitab Suci orang Kristian meramalkan kedatangan Nabi Muhammad?
Muhammad mengajar bahawa kedatangannya telah dinyatakan oleh kitab-kitab yang lebih awal. Dia mengharapkan orang Kristian dan Yahudi untuk menerimanya sebagai nabi baru yang memenuhi kesemua ramalan yang ada dalam kitab-kitab suci mereka. Apabila mereka menolaknya, Muhammad bertindak dengan berkata bahawa mereka telah mengubah tulisan suci mereka.
Di antara orang-orang Yahudi ada pendengar-pendengar perkataan bohong, pendengar-pendengar untuk kaum lain yang tidak datang kepada engkau (ya Muhammad). Mereka telah mengubah perkataan dari pada tempatnya. (Surah Al-Maa-Idah 5:41)
Orang Muslim biasanya mengungkapkan kata-kata Allah kepada Musa dalam Ulangan 18:18-19 sebagai ayat penyokong kepada soalan yang sedang kita bahaskan:
Aku akan mengutus seorang nabi kepada mereka, nabi seperti engkau, dan yang daripada bangsa mereka sendiri. Aku akan menyampaikan firman-Ku kepadanya, dan dia akan menyampaikan segala perintah-Ku kepada umat itu.
Orang Islam percaya bahawa nabi yang disebutkan dalam petikan di atas ialah Muhammad. Ahli-ahli tafsir Islam merujuk kepada ayat berikut sebagai ayat penyokong:
Seorang saksi dari Bani Israil, telah mengakui (kebenaran) yang seumpamanya. (Surah Al-Ahqaaf 46:10)
Ulangan 18:18-19 telah diberi oleh Allah kepada Musa dalam Taurat dan menurut Injil, janji ini telah dipenuhi dengan kedatangan Isa Al-Masih enam ratus tahun sebelum Al-Quran ditulis. Ini disahkan dalam Kisah Para Rasul 3:18-23 yang berkata:
Dahulu kala melalui semua nabi, Allah memberitahu bahawa Penyelamat yang diutus-Nya harus menderita. Demikianlah perkara itu berlaku seperti yang dikehendaki-Nya. . . Tuhan akan menyuruh Isa Al-Masih datang kepada saudara-saudara, kerana dia sudah ditetapkan oleh Tuhan menjadi Penyelamat saudara-saudara. Dia harus tinggal di syurga sehingga tiba masanya bagi Allah menjadikan semuanya baru, seperti yang difirmankan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya yang suci pada zaman dahulu. Musa pernah berkata, ‘Tuhan, Allah kamu akan mengutus seorang nabi kepada kamu seperti Dia mengutus aku. Nabi itu akan datang daripada bangsa kamu sendiri. Kamu harus mendengar semua yang dikatakannya. Sesiapa yang tidak mahu mentaati kata-kata nabi itu, akan disingkirkan daripada umat Allah dan dibinasakan.’
Stefanus mengulangi janji ini dalam khutbahnya sebelum dia mati syahid (Kisah Para Rasul 7:37).Jadi, rasul Petrus dan Stefanus mengakui bahawa Ulangan 18:18-19 merujuk secara khusus kepada Isa Al-Masih, seorang berbangsa Yahudi, yang daripada bangsa mereka sendiri. Mustahil ayat ini merujuk kepada Muhammad kerana dia seorang berbangsa Arab dari keturunan Ismail.
Di dalam Injil, ada beberapa ayat di mana orang Yahudi memanggil Isa Al-Masih Nabi
Apabila Isa masuk ke Yerusalem, seluruh kota menjadi gempar. Orang bertanya, Siapakah dia?Dia Isa, nabi dari Nasaret di Galilea, jawab orang ramai yang mengiringi Isa Al-Masih. (Matius 21:11) Perkara-perkara yang berlaku kepada Isa, orang Nasaret itu, jawab mereka. Dia seorang nabi. Di sisi Allah dan pada pandangan semua orang. (Lukas 24:19) Apabila orang ramai melihat mukjizat yang dilakukan oleh Isa Al-Masih, mereka berkata, Sesungguhnya dia Nabi yang diharapkan datang ke dunia! (Yahya 6:14)Akhir kata, kenabian seseorang tidak hanya bergantung hanya kepada ramalan-ramalan tentang nabi itu tetapi atas sifat dan perbuatannya. Melalui perbuatan-perbuatannya yang ajaib, pengikut-pengikut Isa Al-Masih dapat lihat bahawa dia adalah nabi yang telah dinyatakan dalam Kitab Suci.
Bukankah perkataan Yunani Paracletos dalam Injil satu rujukan kepada Muhammad?
Di dalam petikan-petikan berikut, Isa Al-Masih berjanji untuk menghantar seorang Penghibur. Orang Muslim mengambil janji-janji ini sebagai ramalan Isa Al-Masih tentang kedatangan Muhammad.
Aku akan mohon kepada Bapa dan Bapa akan memberi Penolong lain, yang akan bersama-sama kamu selama-lamanya. (Yahya 14:16)
Aku akan mengutus Penolong yang berasal daripada Bapa kepada kamu. Dia Roh yang akan menunjukkan apa yang benar tentang Allah. Apabila dia datang, dia akan memberi kesaksian tentang aku. (Yahya 15:26)
Tetapi apa yang aku katakan kepada kamu benar: Untuk kebaikan kamu, lebih baik aku pergi. Jika aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepada kamu. Tetapi jika aku pergi, aku akan mengutus dia kepada kamu. (Yahya 16:7)
Kesimpulan ini dibuat ialah kerana pakar-pakar agama Islam mengajar bahawa perkataan Yunani paracletos (yang diterjemahkan Penolong) sebenarnya satu pengubahsuaian perkataan Yunani periclytos. Paracletos bermaksud seorang pembela, pembantu atau penghibur atau secara literal orang yang dipanggil ke sisi untuk menolong. Menurut pakar-pakar agama Islam, perkataan periclytos yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Arab boleh diterjemahkan sebagai Ahmad, yang bermaksud Dia yang terpuji, iaitu nama untuk nabi Muhammad. Walaupun begitu, kalau senarai kata-kata Yunani diperiksa, kita akan dapati bahawa perkataan periclytos tidak pernah wujud dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru! Perkataan ini sebenarnya satu pengubahsuaian perkataan Yunani kleos yang bermaksud mulia atau puji.
Jika kita membaca konteks Yahya 14:16, dengan cepat kita akan melihat bahawa Penolong yang disebut di sini ialah Roh kebenaran (ayat 17) atau Roh Kudus (ayat 26). Hal ini sama untuk Yahya 15:26 dan 16:7 apabila dibaca dalam konteksnya. Roh Kebenaran ini bukan satu manusia tetapi Roh yang dikirimkan oleh Isa Al-Masih melalui Allah setelah dia bangkit dari kematian. Seperti yang tertulis tentang Roh ini: Dia akan diam bersama kamu dan akan berada di dalam kamu (Yahya 14:17).
Orang Muslim percaya bahawa paracletos itu merujuk kepada Muhammad kerana tafsiran ayat berikut dari Al-Quran:
Ingatlah, ketika Isa anak Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku rasul Allah kepadamu, serta membenarkan apa yang sebelumku, iaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan seorang rasul, yang akan datang kemudianku, namanya Ahmad (Muhammad). (Surah Ash-Shaf 61:6)
Petikan ini mengesahkan bahawa Isa Al-Masih ialah rasul kepada bani Israil yang mengesahkan Taurat Musa. Ini secara tidak langsung juga mengesahkan Isa Al-Masih sebagai nabi yang dijanjikan dalam Ulangan 18:18-19.
Rasul, yang bermaksud dia yang diutus dalam surah ini, menurut Injil Yahya bab 14 hingga 16, ialah Roh Allah dan bukan manusia bernama Muhammad. Yusuf Ali dalam huraiannya akan surah ini mengaku bahawa perkataan Yunani asal dalam Injil Yahya itu mungkin sekali paracletos dan bukan periclytos. Pandangan seorang pakar agama seperti Yusuf Ali menampilkan kelemahan teori periclytos yang diheboh-hebohkan selama ini.
Satu daripada kelemahan Islam ialah ketidakupayaannya menerima penyataan Allah dalam Roh Kudus. Allah dalam Islam hanya boleh menyatakan dirinya melalui orang tengah, sama ada malaikat atau nabi dan rasul. Kebanyakan pakar agama Islam mengajar bahawa Roh Kudus adalah malaikat Jibrail. Dalam kes paracletos mereka telah berusaha melarikan diri dari konteks asal dengan tujuan menjadikan ayat-ayat ini satu ramalan tentang kedatangan Muhammad. Apa yang dijanjikan dan dinubuatkan oleh hazrat Isa Al-Masih sebenarnya sesuatu yang jauh lebih mulia, iaitu kedatangan Roh Allah Sendiri yang suci dan murni.
Kini umat manusia di dunia ini, termasuk kita semua, telah mewarisi dua pusaka yang sangat berharga peninggalan beliau, yakni Alquran dan Al-Hadis, keduanya merupakan cerminan dari akhlak beliau yang patut diteladani oleh seluruh pengikutnya sampai akhir zaman. Jika kita tinggalkan, celakalah kita semua, sedang jika kita amalkan, selamatlah kita semua. Wallahu a'lam bishawab




